Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mensos Jahit Bendera Merah Putih di Rumah Fatmawati

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24533.jpg

    BANDUNG- Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Khofifah Indar Parawansa menjahit bendera merah putih di kediaman Ibu Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Dia mengaku di tempat tersebut bisa merasakan semangat kebangsaan. Selanjutnya, hasil jahitannya Ia bawa pulang ke Jakarta. 

    "Kita bisa rasakan semangat kebangsaan, bagaimana bendera merah putih dijahit Ibu Fatmawati Soekarno. Bendera Merah Putih tidak sekedar identitas bangsa tapi simbol kedaulatan bangsa dan negara," kata Khofifah dalam keterangan resminya yang diterima di Bandung, Jumat (18/8/2017).

    Khofifah menuturkan, meskipun mesin jahit yang digunakan sangatlah sederhana, karena masih menggunakan tangan untuk memutar roda jarum, namun Ia dapat merasakan semangat juang kemerdekaan 17 Agustus 1945 ditengah keterbatasan saat itu. Mengingat bendera Merah Putih hasil jahitan Ibu Fatmawati tersebut dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

    "Di tempat inilah Ibu Fat menjahit bendera pusaka. Dari tempat ini, semoga kita semua bisa menguatkan semangat merah putih dalam hati, pikiran dan perilaku kita," imbuhnya. 

    Khofifah berharap Bendera Merah Putih tidak saja berkibar di halaman-halaman rumah, instansi maupun ruas-ruas jalan, tapi juga di hati masing-masing rakyat Indonesia. Mengibarkan bendera Merah Putih, berarti pula mengibarkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan nasionalisme yang tinggi.

    Seperti diketahui, Khofifah datang ke Provinsi Bengkulu dalam rangka menghadiri rapat koordinasi verifikasi dan validasi data perluasan bantuan sosial non tunai PKH serta bantuan pangan non tunai serta pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap ke III di Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara. Total bantuan yang disalurkan senilai Rp 23 Miliar kepada 17.072 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus