Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aplikasi E-Vote Dinilai Efisien dalam Proses Demokrasi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24624.jpg

    BANDUNG-Selama ini pemilihan suara dalam pesta demokrasi secara umum dilakukan manual. Kini, ada sebuah aplikasi yaitu E-Vote yang efektif dan efisien dalam penghitungan suara. Salah satunya, penerapan aplikasi berbasis android ini adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Darul Hikam kota Bandung dalam proses pemilihan ketua OSIS 2017/2018 yang dinilai efektif dan efisien dalam proses demokrasi.

    Pengembang Digital School Darul Hikam, Dudi Kuswandi menjelaskan sebelumnya aplikasi e-vote digunakan untuk pemilihan guru berprestasi kemudian sekarang digunakan dalam pemilihan ketua OSIS.

    Aplikasi ini dinilai efektif dan efisien. Pasalnya dalam proses pengumpulan data dan penghitungan suara hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja.

    "Pengiriman data sendiri membutuhkan waktu hanya 30 menit dengan jumlah siswa mencapai 340 siswa ditambah 60 guru. Jadi hampir 400 orang pemilih dan hari ini sudah selesai," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (24/8/2017)

    Kecepatan kirim data pemilih pun hanya membutuhkan waktu 3 detik. Begitu peserta pemilih disiapkan key word yang sudah disiapkan oleh panitia seperti KPU dan Bawaslu.

    Hasil suara dari pemilihan tersebut bisa selesai tetapi belum bisa dipublikasikan. "Nanti setelah ada hasil rapat KPU dan Bawalu baru bisa dipublikasikan,"ujarnya.

    Pemilihan dengan menggunakan sistem E-Vot ini bisa dilakukan juga oleh guru yang berada di luar lingkungan sekolah dengan mengunduh aplikasi berbasis android.

    Sejauh ini, dikatakan Dudi, pemilih golput bisa dideteksi. Pihak sekolah pun tidak bisa memaksa untuk melakukan pemilihan. Golput ini terlihat dari registrasi pada aplikasi tersebut yang kosong. 

    "Saya cek barusan 32 peserta pemilih yang belum memgiasi. Entah itu golput, tidak memilih termasuk siswa yang tidak masuk sekolah alasan sakit,"paparnya. 

    Keunggulan aplikasi e-vote lainnya yaitu berdampak positif bagi lingkungan karena pemilihan tanpa menggunakan kertas juga proses penghitungan suara pemilihan lebih singkat dibanding sebelumnya. 

    Sebelumnya, proses persiapan panitia pemilihan ketua OSIS di SMA Darul Hikam membutuhkan waktu sampai satu minggu untuk menyiapkan surat suara dan sebagainya. Sekarang, panitia tinggal mengimpor data. Lalu dicetak dalam bentuk kartu pemilih kemudian disimpan di Tempat Pemilihan Suara (TPS).

    "Sebelum menggunakan aplikasi ini hasil pemilihan bisa sampai jam 7 malam. Pemilihan juga dilakukan tanpa menggunakan kertas,"tuturnya.

    Antisipasi server error, Darul Hikam  menyiapkan dua server yaitu server off line yang rersimpan di sekolah maupun berbasis online yang disimpan di provider. 

    "Selama ini Alhamdulillah tidak pernah mengalami error mungkin karena mengunakan software asli bukan bajakan. Selain itu menggunakan sitem linux sehingga data bisa cepat masuk,"jelasnya.

    Dia berharap dengan kemajuan teknologi ini. Seluruh sekolah khususnya di Kota Bandung menerapkan aplikasi e-vote dalam pemilihan ketua OSIS.

    "Insya Allah dengan sistem ini bisa mendukung dan mudah-mudahan sekolah lain pun menerapkan sistem E-Votting berbasis Android,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus