Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jokowi Kurban Sapi di Kampung Aher, Sukabumi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24706.jpg

    KOTA SUKABUMI-Hari Raya Idul Adha atau disebut juga Lebaran Haji 1438 H ini menjadi istimewa khususnya bagi warga Sukabumi. Orang nomor satu Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berlebaran di Kota Mochi yang juga menjadi kampung halaman Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).

    Ribuan masyarakat Kota Sukabumi berbondong-bondong datang ke Lapang Merdeka, Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Sukabumi, pada Jumat pagi (1/9/17) untuk melaksanakan Shalat Idul Adha sekaligus bersilaturahim bersama Jokowi dan Aher. Bertindak sebagai Imam Shalat Id yaitu Imam Masjid Agung Kota Sukabumi sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Quro Cikondang, Kabupaten Sukabumi, KH. Mahfud Ghozali. Sementara khutbah disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, KH. Deddy Ismatullah.

    "Ti leuleutik Lebaran di Sukabumi wae (dari kecil saya sudah Lebaran di Sukabumi). Pulang kampung ya," ujar Aher usai Shalat Id.

    "Alhamdulillah kita senang ya. Lebih senang lagi karena memang Pak Presiden datang ke sini. Saya kemarin bilang (kepada Presiden) Bapak ke kampung halaman saya. Dia (Presiden) kaget juga kalau saya dari Sukabumi. Alhamdulillah!" lanjutnya.

    Aher pun memaknai Idul Adha sebagai momentum bagi masyarakat, khususnya generasi muda agar bisa meneladani Keluarga Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar, juga sosok Nabi Ismail AS. Keluarga Ibrahim kata Aher, menjadi keluarga dengan pola ketahanan keluarga yang kokoh dan sangat baik, sehingga ada keharmonisan antara keluarga dan anak.

    "Kemudian mampu menghadirkan pendidikan anak yang sangat baik. Dan hasil generasi yang dididik, yaitu Ismail Alaihissalam yang siap berkorban untuk kepentingan masa depan yang lebih baik," tutur Aher.

    Sementara itu, dalam khutbahnya yang berjudul "Dengan Hikmah Ibadah Qurban, Kita Jadikan Revolusi Mental untuk Membangun NKRI", KH. Deddy Ismatullah menjelaskan bahwa sejarah pengorbanan dalam peristiwa disembelihnya Nabi Ismail oleh ayahnya Nabi Ibrahim adalah kerelaan untuk berkorban yang menjadi esensi dari Ibadah Qurban. Nilai-nilai tersebut terimplementasi dengan baik oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

    Menurut Deddy, sikap rela berkorban ini merupakan salah satu prinsip keberimanan yang muncul dari sisi spiritual demi sebuah tujuan tertinggi. Dalam konteks hubungan sosial, rela berkorban merupakan perwujudan sikap altruisme, menjunjung nilai, mengutamakan orang lain daripada diri sendiri, yaitu mengorbankan apa yang dimiliki untuk kesejahteraan orang lain.

    "Momentum Idul Adha menekankan prinsip solidaritas dan solidaritas publik, jika benar-benar dijadikan landasan untuk membangun negeri dapat dimulai saat ini," ajak Deddy dalam khutbahnya.

    Lebih lanjut, Deddy juga mengatakan bahwa Ibadah Qurban mempunyai dua nilai, yaitu kesalehan spiritual dan kesalehan sosial. Kesalehan spiritual dalam hal ini adalah penyerahan diri kepada Allah SWT, mengekang egoisme seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. Sedangkan kesalehan sosial tercermin dari semangat rela mengorbankan diri seperti apa yang dilakukam Nabi Ismail AS.

    "Sikap ini (kesalehan spiritual dan sosial) penting dan bisa diteladani terutama bagi generasi muda Indonesia. Ismail adalah figur anak saleh atau generasi muda yang baik. Ia (Ismail) berpandangan jauh ke depan atas dasar spiritual tinggi, berani mengambil sikap di saat situasi sulit, rela berkorban, dan berbakti kepada orang tua. Ismail bukanlah pemuda penakut yang mudah putus asa, tapi seorang lelaki gentlemen yang berani mengambil risiko atas sebuah prinsip yang diyakininya," papar Deddy.

    Usai Shalat Idul  Adha, Presiden Jokowi kemudian menyerahkan satu ekor sapi jenis Limosin seberat 1,2 ton kepada Panitia Qurban Masjid Agung Kota Sukabumi. "Dengan mengucap bismillah hirrahmaan nirrahiim dan atas ridho Allah SWT. Saya serahkan hewan Qurban berupa sapi untuk disembelih. Kemudian dagingnya dibagikan seuai dengan tuntunan syariah," kata Jokowi.

    Kemudian Jokowi melanjutkan penyerahan hewan Qurban lainnya untuk warga di Lapangan Eks. PT Uninga Kota Paris Timur RT 06 RW 01 Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, juga kepada warga Kampung Tipar Gang Amarta, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Tipar, Kota Sukabumi. Masing-masing satu ekor sapi.

    Pada kesempatan ini, Gubernur Aher juga menyerahkan hewan Qurban sebanyak tiga ekor sapi dengan berat rata-rata setiap sapi 1,3 ton. Satu ekor sapi diserahkan kepada Panitia Qurban Masjid Agung Kota Sukabumi. Dua ekor lainnya diberikan kepada warga di Kecamatan Tipar dan Kecamatan Jayaniti Kota Sukabumi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus