Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Langkah PDAM Tirta Pakuan Atasi Kekurangan Pasokan Air

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25000.jpg

    BOGORKOTA-Kapasitas produksi air 2.200 liter perdetik yang dimiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini, sebetulnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih 151.000 pelanggan PDAM. Kapasitas produksi 2.200 l/det itu sebetulnya hanya cukup untuk 143.000 pelanggan saja.

    Karena itu, dalam waktu dekat akan dilakukan sejumlah terobosan serta pembangunan diantaranya optimalisasi pengolahan sumber air di Dekeng dan di Cipaku.

    “Nanti ada sejumlah jenis pekerjaan seperti perbaikan fasilitas, pembangunan, pembelian pompa air dan pengurasan lumpur. Dalam minggu ini akan dilakukan proses lelangnya, dengan total pagu anggaran mencapai Rp10 atau 11 milyar,” ungkap Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Ade Syaban Maulana, Minggu (24/09/2017).

    Hal tersebut dilakukan, jelas Ade, karena tidak sesuainya supply dan demand air yang ada saat ini. Jika setelah proses lelang dilakukan kemudian dilakukan pengerjaannya, maka di beberapa lokasi bisa dialiri air selama 24 jam tak seperti saat ini.

    “Pasokan air pasca pengerjaan di Dekeng serta Cipaku ini bakal bertambah 300 liter/detik nantinya,” kata Ade.

    Ade menuturkan, PDAM Tirta Pakuan tetap berupaya memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan meski kekurangan debit air baku. PDAM akan memaksimalkan seluruh sumber air baku yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan air bersih 151.000 pelanggan se-Kota Bogor.

    “Dengan kapasitas produksi 2.200 liter perdetik saat ini, sebetulnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih 151.000 pelanggan PDAM. Kapasitas produksi 2.200 l/det itu sebetulnya hanya cukup untuk 143.000 pelanggan. Makanya, ada beberapa wilayah yang pelayanannya belum 24 jam seperti Cikaret, Tanah Baru, Gang Emad, Kayumanis, Cimanggu dan lain-lain,” jelas Ade.

    Saat ini, PDAM Kota Bogor memiliki kapastitas terpasang sebesar 2.200 l/det dan telah didistribuskan ke pelanggan dengan kapasitas produksi sebesar 2.200 l/det. Kapasitas terpasang berasal dari sumber yaitu mata air dan air permukaan.

    Sumber mata air PDAM Kota Bogor tersebar di empat tempat, antara lain Kota Batu (kapasitas terpasang 70,70 l/det), Bantar Kambing (135 l/det), Tangkil (120 l/det) dan Palasari (15 l/det). Total kapasitas terpasang di empat sumber mata air itu sebesar 340,16 l/det.

    Sedangkan air permukaan berasal dari lima Water Treatment Plant (WTP), terdiri dari WTP Cipaku (300 l/det), Dekeng 1 dan 2 (1500 l/det), Palasari (20 l/det), dan Cikereteg (40 l/det). Total kapasitas terpasang sebesar 1.860 l/det. Sehingga total kapasitas produksi 2200 l/det

    Ade menerangkan, PDAM Kota Bogor hampir tidak memiliki sisa kapasitas karena kapasitas terpasang sudah terproduksi seluruhnya. “Permintaan air bersih di pelanggan sudah sesuai dengan air yang diproduksi PDAM Kota Bogor. Suply dan demand-nya sudah seimbang. Jadi kalau ada gangguan di air baku, maka akan terjadi gangguan pasokan ke pelanggan,” beber dia.

    Seperti diketahui, secara total untuk tahun ini, ada sejumlah program yang sudah dan akan dilakukan. Penambahan kapasitas produksi sudah disiapkan PDAM untuk memenuhi cakupan layanan 95 persen air bersih dari perpipaan. Di antaranya pembangunan SPAM Katulampa 300 l/det, optimalisasi WTP Dekeng 300 l/det, uprating SPAM Cikereteg 100 l/det, uprating SPAM Palasari 50 l/det serta peningkatan SPAM untuk zona 6. (Humas)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus