Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penggunaan Data Bisa Mempercepat Proses Pembangunan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25009.jpg
    Kepala BPS Dody Herlando saat diwawancara awak media

    BANDUNG-Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai bisa mempercepat proses pembangunan. Hal itu, diungkapkan Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Dody Herlando usai mengikuti kegiatan Peringatan Hari Statistik Nasional 2017 di kantor BPS Jabar.

    Menurut Dody, penggunaan data ini bisa bermakna berdasarkan fakta (evidence base), efisien, kemudian agar keputusan yang diambil bisa bersifat rasional sehingga sesuai dengan kenyataan.

    "Supaya data ini bisa digunakan untuk mempercepat pembangunan di berbagai bidang," katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (25/9/2017).

    Peringatan Hari Statistik Nasional 2017 ini ditujukan kepada semua stakeholder yang merupakan pengguna dan penyedia data statistik. Pasalnya, sistem statistik yang diatur oleh Undang-Undang tidak hanya tanggung jawab BPS, melainkan tanggung jawab semua pihak yang berkepentingan. 

    Sedangkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sehingga data yang dikeluarkan BPS bisa disampaikan dengan baik oleh para jurnalis. Dia berharap ke depannya penyajian data ini lebih baik lagi. 

    "Data itu tanggung jawab semua pihak. Kami menginginkan agar data ini diterima oleh masyarakat dengan baik," tutur Dody.

    Dody mengungkapkan, dalam penyampaian data BPS Jabar memiliki mekanisme tersendiri. Namun, pada kegiatan yang lain masih banyak ditemukan ragam data yang bisa digunakan, misalnya ketimpangan kemiskinan. 

    "Sebenarnya, ekonomi itu kan balas jasa faktor produksi yang dipengauhi oleh kehadiran investor dari luar. Nah, di sini faktor pemerintah bagaimana menggulirkan kebijakan dasar seperti subsidi bagi masyarakat yang belum beruntung secara ekonomi dengan skema penjaminan sosial. Ini juga suatu garapan pemerintah sebagai faktor penyeimbang atau keadilan untuk semua," ungkapnya. 

    Hal ini berpengaruh terhadap pembangunan, selain pencapaian ekonomi tapi bagaimana hasil tersebut bisa disalurkan melalui pendekatan kepada seluruh stakeholder. Bahkan sekarang berkembang bagaimana wanita berpartisipasi dalam pembangunan, bagaimana penduduk perdesaan dengan alokasi dana desa.

    "Itu kan sebenarnya membuktikan  bagaimana masyarakat desa juga berperan tidak hanya sebagai penerima manfaat pembangunan tapi mendorong percepatan pembangunan. Kegiatan ini juga sebagai upaya agar Indonesia bangkit dan menyiapkan generasi berikutnya," pungkasnya. (MAT) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus