Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Sumedang sambut Atlet Asean ParaGames Malaysia 2017

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25328.jpg
    Bupati Sumedang sedang menyalami atlet asean paralympik asal Sumedang

    SUMEDANG-Peraih Medali Emas Cabang Olah Raga Tenis Meja pada ajang Asean ParaGames 2017 yang dihelat di Malaysia beberapa waktu lalu, Muhammad Rian Pratama (33 Th) beserta Atlet Paralympic dan Official asal Kabupaten Sumedang lainnya di bawah naungan National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) Sumedang, disambut Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan di Ruang Tengah Gedung Negara, Kamis, (12/10/2017).

    Rian sendiri merupakan salah seorang atlet berprestasi yang dimiliki Kab. Sumedang. Pemuda penyandang disabilitas asal Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara yang juga pernah bekerja sebagai seorang Satuan Pengamanan (Satpam) di BPR Nusamba Kantor Kas Sumedang tersebut telah berhasil menorehkan prestasi di berbagai ajang bergengsi, dimulai dengan raihan satu Medali Emas pada PORDA Kab. Bandung Tahun 2010, dua Medali Perak pada PEPARNAS Riau Tahun 2012, dua Medali Emas pada PEPARDA Bekasi Tahun 2014, tiga Medali Emas pada Para Games Singapura Tahun 2015, tiga Medali Emas pada PEPARNAS Jawa Barat Tahun 2016, dua Medali Perunggu pada Yordania Open Tahun 2016, dan terbaru raihan dua Medali Emas pada Asean Para Games Malaysia Tahun 2017 sehingga berkontribusi pula terhadap kejayaan Indonesia untuk meraih predikat juara umum pada ajang tersebut.

    Saat melakukan penyambutan Atlet, Bupati Eka yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga Kab. Sumedang, H. Agus Sukandar menyampaikan apresiasinya atas raihan prestasi yang berhasil membawa harum nama Negara. “Raihan prestasi yang dicapai ini tentu sebagai hal yang luar biasa, untuk itu saya secara pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan masyarakat menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada saudara Rian,” ucap Eka.

    “Saya salut kepada para atlet ini, karena dengan minimnya dukungan yang diterima  dalam hal pembinaan dan fasilitas lainnya, namun telah mampu membuktikannya dengan mencapai prestasi tertinggi, apalagi kalau mendapat dukungan serta perhatian penuh baik dari pemerintah ataupun masyarakat, tentu hasilnya akan lebih maksimal lagi,” imbuhnya.

    Atas raihan prestasi yang ditorehkan Rian pada ajang tersebut, selain memberikan penghargaan dengan memberikan sejumlah uang saat itu Bupati pun berjanji untuk turut memperhatikan terkait kompensasi berupa pekerjaan. “Pada kesempatan ini sebagaimana amanat Pak Presiden (Joko Widodo) yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi saat menyambut kedatangan atlet ParaGames di Jakata beberapa waktu lalu, dimana Pak Menteri (Imam) akan menjalankan amanat Presiden yang akan memperjuangkan menjadi Pegawai Negeri Sipil bagi para atlet ParaGames yang berhasil meraih emas pada ajang Asean ParaGames Malaysia 2017.

    “Ya, terkait kompensasi pekerjaan, kita juga akan turut memperjuangkannya sehingga atlet peraih medali emas pada ParaGames Malaysia 2017 bisa menjadi PNS, tinggal ikuti saja semua prosedurnya,” tukas Eka.

    Sementara itu, pada kesempatan tersebut dimanfaatkan pula oleh salah satu pengurus yakni bagian pemberdayaan atlet pada NPCI Sumedang, Ny. Iyus (48 Th) dengan menyampaikan kendala dihadapan Bupati terkait biaya atlet yang harus ditanggung oleh organisasi NPCI semenjak keberadaannya terpisah dari KONI.“Terus terang, sampai dengan saat ini kami masih kebingungan terkait biaya yang harus tersedia guna menyongsong pelaksanaan PEPARDA 2018 di Bogor, karena NPCI sendiri keberadaannya telah terpisah dari KONI sehingga sudah harus mandiri,” tutur Iyus.

    Menurut perhitungan Iyus, sedikitnya dibutuhkan dana sebesar 150 juta yang akan digunakan untuk keperluan para atlet dan official guna mengikuti ajang PEPARDA 2018 mendatang. 

    Menanggapi hal tersebut, Bupati Eka pun menyarankan kepada pengurus NPCI untuk segera mengajukan proposal yang disampaikan melalui Disparbudpora, sehingga kebutuhan para atlet pada PEPARDA 2018 dapat terakomodir. “Guna kepentingan kegiatan PEPARDA 2018, hendaknya segera dibuatkan proposal kegiatannya, dan walaupun mungkin tidak akan seluruhnya terakomodir namun minimal bisa untuk suntikan awal. Ya, sekitar 100 juta lah,” pungkas Eka.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus