Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Apel Hari Santri Nasional di Karawang

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25464.jpg

    KARAWANG-Apel peringatan Hari Santri Nasional 2017 tingkat Kabupaten Karawang berjalan dengan hikmad. Pasalnya Apel Peringatan Hari Santri Nasional ini baru pertama kali diselenggarakan oleh Kabupaten Karawang dengan dihadiri lebih dari 2500 santriwan/i Se-Kabupaten Karawang. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari, Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi, Ketua PCNU Karawang H. Yayat Rukhiyat, para Kepala OPD, Tokoh Agama, serta santri Se-Kabupaten Karawang, Minggu, (22/10).

    Dalam Apel Hari Santri Nasional, Bupati Karawang mengatakan bahwa hari ini santri hidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga, dan martabat seseorang. Kaidah fikih sebagai bekal kaum santri untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

    Peringatan Hari Santri Nasional ini merupakan tahun ke tiga di era Jokowi, berdasarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober atau dalam kalender Islam betepatan dengan tanggal 9 Muharram. Hari Santri Nasional diperingati sebagai bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. (Dien)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus