Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Formasi dan PP Bahas Karakter Pemimpin Sunda

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25533.jpg

    BANDUNG- Pemimpin Jawa Barat ke depan, harus memiliki jiwa petarung dan berani untuk bisa menjadi daerah yang termaju di Indonesia. Dengan karakter tersebut maka diharapkan pemimpin dan juga Jawa Barat bisa memberikan keberkahan untuk Indonesia.

    "Ya, Gubernur Jabar ke depan harus memiliki karakter petarung yang bisa membawa Jawa Barat ke arah yang lebih baik lagi," ujar Ketua PB Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. Didi Turmudzi usai pertemuan dengan Forum Kerja sama Ormas Islam (Formasi) Jawa Barat di Kantor PB Paguyuban Pasundan, Jln. Sumatera, Bandung, Jumat (27/10).

    Selain itu, karakter yang harus dimiliki pemimpin Jabar adalah mau mengambil risiko dan menerima risiko dari kebijakan yang telah diambil.

    "Petarung dan mau mengambil risiko, itu karakter yang harus dimiliki gubernur sehingga Jabar akan menjadi maju," ungkapnya.

    Dalam penilaian Didi, karakter lain yang harus dimiliki pemimpin Jabar ke depan adalah mau belajar dan menguasai semua disiplin ilmu, dan karakter lainnya adalah memiliki jiwa bisnis.

    "Kedua hal itu juga sangat penting. Pemimpin itu harus menguasai ilmu dan juga memiliki jiwa bisnis," katanya.

    Kriteria-kriteria tersebut, disimpulkan dengan nyakola, nyantri, dan nyunda. Ketiga hal tersebut, menjadi pembahasan yang dibicarakan dengan Formasi.

    "Kriteria tersebut yakni nyakola, nyantri, dan nyunda," terangnya.

    Saat disinggung mengenai figur gubernur Jabar yang memiliki karakter petarung, secara diplomatis Didi menjawab saat ini banyak.

    "Dan saat ini sudah ada yang terlihat dan belum terlihat," ucapnya sambil tertawa.

    Sementara Ketua Formasi Jabar, HM. Rizal Fadillah menjelaskan, dalam pertemuan dengan Paguyuban Pasundan sudah ada titik temu.

    "Alhamdulillah sudah ada titik temu terutama dalam kriteria gubernur Jabar yakni nyantri, nyunda, nyakola," terangnya.

    Meski belum menyebut nama, namun pihaknya akan terus memperdalam pertemuan dengan Paguyuban Pasundan. Pasalnya Islam dan Sunda bagaikan gula dan manisnya sehingga tidak bisa dipisahkan.

    "Berbicara Sunda tentunya berbicara Islam karena mayoritas masyarakat Sunda beragama Islam," tegasnya sambil menambahkan, kriteria nyantri, nyunda dan nyakola sudah sangat wajib dimiliki pemimpin Jabar. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus