Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bima Tinjau TPAS Galuga

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25549.jpg

    BOGORKOTA- Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Elia Buntang meninjau Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di jalan lingkar Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jumat (27/10/2017).

    Peninjauan tersebut didampingi petugas dari DLH Kota Bogor dan jajaran TNI/Polri. (Humas)


    Program Pengelolaan Sampah Kurangi 50-70 Ton Sampah Perhari

    Program pengelolaan sampah yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan melibatkan masyarakat berhasil mengurangi volume (kuantitas) sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga sebanyak 50-70 ton sampah perhari, dari rata-rata 600 ton sampah perhari.

    “Berdasarkan data, sampah ini sudah berkurang 50-70 ton perhari yang masuk kesini (TPAS Galuga, red) karena berbagai program seperti, kegiatan lomba kebersihan, adanya TPS 3R, Bank Sampah. Jadi kalau program itu berjalan terus maka timbunan disini bisa dikelola,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau TPAS Galuga di jalan lingkar Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jumat (27/10/2017)..

    Selain itu kata Bima, pengelolaan sampah metode Sanitary Landfill atau dengan membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah dapat menghilangkan polusi udara.

    “Jadi kalau secara rutin sampah ini ditimbun tanah, maka metode Sanitary Landfill bisa dilakukan, ditanam juga pipa-pipa agar gas metanolnya bisa keluar, jadi sampah ini tidak dibiarkan. Hal ini harus terus dilakukan secara rutin agar rapi dan ini salah satu syarat untuk penilaian Adipura,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Elia Buntang menjelaskan, metode pengelolaan sampah Sanitary Landfill adalah sampah yang dibuang kemudian ditutup tanah.

    ”Tapi kalau disini masih menggunakan metode Open Damping atau sampah dibuang begitu saja, Untuk di TPAS Nambo itu sudah disiapkan metode Sanitary Landfill,” ujarnya.

    Saat ini pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi sampah yang diangkut ke TPAS Galuga dengan berbagai program pengelolaan sampah di hulu. Namun hal ini  juga tergantung kesadaran masyarakat.

    “Alhamdulillah program tersebut efektif dapat mengurangi sampah 50-70 ton perhari,” sebut Elia.

    Dia mengungkapkan, perjanjian kerjasama Pemkot Bogor mengenai pembuangan sampah di TPAS Galuga berakhir sampai tahun 2020. Namun jika tahun 2019 TPAS Nambo selesai dibangun dan dioperasikan maka pembuangan sampah akan dipindahkan.

    “Tapi kalau memang jadi pindah ke TPAS Nambo akan ada persoalan baru yang harus dipersiapkan, seperti cost pengiriman, kendaraannya harus diganti, Sumber Daya Manusia (SDM), biaya tol dan hal lainnya,” pungkasnya. (SZ-Hari)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus