Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dewan Apresiasi Keberadaan Pusat Halal di Bandung

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25594.jpg

    BANDUNG-Anggota DPR-RI Komisi X Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa Amaliah mengapresiasi keberadaan pusat halal di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. 

    Menurut Ledia lokasi itu menjadi salah satu barometer pendidikan pariwisata di Indonesia, karena Halal ini bukan hanya dari kandungan bahannya saja tetapi juga dari proses pengolahan hingga pendistribusiannya.

    "Yang patut disyukuri serta diapresiasi terkait Jaminan Produk Halal ini adalah adanya pusat halal yang ada di STP Bandung,"katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (1/11/2017)

    Pada kunjungan kerja ke daerah pemilihan di kota Bandung ini dimanfaatkan untuk mensosialisasikan UU no 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan tantangan pengembangan pariwisata halal di Indonesia.

    Ledia menjelaskan Undang-undang Jaminan Produk Halal menjadi sebuah jaminan bagi konsumen untuk mendapatkan kepastian hukum akan produk halal di Indonesia, karena bagi seorang muslim kehalalan merupakan bagian dari ibadah.

    "Esensi dari produk halal ini adalah keamanan dan oleh karenanya tidak hanya melindungi warga muslim saja tetapi juga warga non muslim,"ujar Ledia.

    Ledia Hanifa Amaliah menceritakan bagaimana proses lahirnya UU ini yang memakan waktu cukup panjang sejak diusulkan tahun 2004 hingga disahkan 2014 dengan segala dinamikanya yang alot, penuh perdebatan serta menghabiskan banyak energi. 

    "Saya bersyukur akhirnya UU Jaminan Produk Halal disahkan padahal kadin Amerika Serikat pernah meminta RUU ini tidak dilanjutkan karena khawatir produk-produk mereka tidak bisa masuk ke Indonesia,"ungkap Ledia

    Berkenaan dengan dunia pariwisata halal,  serta pusat halal yang dimiliki oleh Sekolah Pariwisata Bandung, Anggota DPR-RI dari fraksi PKS ini mengharapkan agar pihak kampus dapat terus memberikan masukan guna semakin baiknya pelaksanaan Jaminan Produk Halal dalam bisnis pariwisata.

    "Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim ternyata masih kalah dengan negara-negara non-muslim dalam hal pengawasan kepastian jaminan halal dari berbagai produknya karena halal bukan hanya ceruk pasar semata tapi sudah merupakan market mainstream dunia, karena populasi muslim dunia yang semakin meningkat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus