Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ketentuan Tera Timbangan Masih Diabaikan Masyarakat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25624.jpg

    Garut-Balai Standarisasi Pengendalian Mutu Barang Bandung (BSPM  B) Bandung bersama Bidang Perlindungan Konsumen Disperindag Jabar, Kamis, 2 November 2017 menggelar sidak untuk mengawasi barang beredar berikut sarana pendukung.

    Dalam sidak yang berlangsung ke Pasar Kadungora, Kabupaten Garut tim menemukan sampel "adanya pedagang di pasar tersebut yang tidak melakukan tera ulang untuk timbangan".

    Dari sidak ditemukan tera ulang sesuai ketentuan yang berlaku harus dilaksanakan selambat-lambatnya 1,5 tahun faktanya hingga 3 tahun pedagang tidak melakukan tera ulang.

    Kendati ada yang mengaku sudah dilakukan tera ulang , pedagang tidak bisa menunjukkan bukti tera ulang dalam bentuk hologram dan stiker.

    Terkait dengan temuan tersebut, Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Jabar, Drs. Bismark, SH,MM dalam keterangannya mengatakan dengan temuan tersebut masyarakat sebagai konsumen untuk mendapatkan barang yang bermutu terganggu karena sarana pendukung berupa timbangan tidak maksimal, yaitu timbangan tidak memenuhi standar yang diamanatkan dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

    Merujuk kepada ketentuan yang tersebut,  timbangan harus memenuhi kriteria yaitu ukuran, takaran dan timbangan. Untuk memenuhi kriteria ini timbangan harus dilakukan tera ulang secara berkala.

    Dengan masih adanya temuan adanya pedagang yang tidak melakukan tera ulang pengawasan ini merupakan sosialisasi agar pedagang segera melakukan tera ulang untuk timbangan.

    Dengan tera ulang, imbuh Bismark hak masyarakat untuk mendapatkan takaran barang yang tepat dapat terwujud sehingga tak ada konsumen yang dirugikan.

    Sementara itu, Kepala BSPMB Bandung, Drs. Bambang Satriyadi dalam keterangannya mengatakan BSPMB mendukung sosialisasi tera ulang kepada masyarakat.

    Ini dimaksudkan agar barang yang dibeli masyarakat betul-betul berkualitas.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus