Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PT Di Bawah Kemenpar Harus Berstandar Internasional

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25686.jpg

    BANDUNG-Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) memiliki enam perguruan tinggi yakni STP Bandung, STP Bali, Poluteknik Pariwisata Makassar, Akademi Pariwisata Medan dan juga Politeknik Pariwisata Lombok dan Politeknik Pariwisata Palembang.

    Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar, Ahman Sya mengatakan keenam perguruan tinggi ini agar mengimplementasikan standar yang berkualitas global sehingga tidak ada diskusi panjang mengenai kurikulum di bidang pariwisata tersebut.

    "Pesan pak Menteri Pariwisata hanya satu, gunakan kurikulum berstandar global,"kata Ahman kepada wartawan di Bandung, Senin (6/11/2017)

    Dia berharap agar semua lulusan pariwisata distandarisasi dan disertifikasi minimal berlevel Asean. Selain itu para dosen juga diminta untuk meningkatkan sertifikasi internasional.

    Kemenpar juga akan memfokuskan pencanangan destinasi wisata terhadap perguruan tinggi agar lebih maju dan berkembang. Misalnya pencanangan destinasi pariwisata seperti Akademi Pariwisata Medan agar menkhususkan pada geotourism, Palembang pada sportourism, Bali pada culture of tourism, Makassar pada maritim tourism dan Lombok diarahkan kepada Cullinery tourism.

    "Untuk Bandung sendiri diarahkan untuk menangani halal tourism,"tutur Ahman

    Adanya pengkhususan pencanangan perguruan tinggi tersebut akan melahirkan spesifikasi atau spesialisasi dari masing-masing kampus. Selain itu, Kemenpar berharap agar semua perguruan tinggi menjadi center of chalenge atau agen perubahan.

    "Sekarang ini tengah dijalin kerja sama dengan Australia di bidang kebudayaan dan pariwisata,"ucap Ahman.

    Menpar menambahkan pembangunan pariwisata akan bermakna apabila ada kerja sama seluruh unsur dalam kehidupan masyarakat yaitu unsur pentahelix diantaranya akademisi, bisnis dan industri, pemerintah, komunitas dan media massa.

    "Unsur-unsur itulah yang akan mewujudkan keberhasilan pariwisata dan memberikan kontribusi kepada kesejahteraan masyarakat,"

    Kintribusi pariwisata terhadap devisa nasional sudah menempati rankin kedua mengalahkan minyak bumi dan gas dan batubara.

    "Tetapi tahun depan, insya Allah akan menjadi pemyumbang devisa terbesar Indonesia.Seandainya jumlah wisatawan mencapai 15 juta maka diprediksi devisa akan mencapai 17,5 miliar,"pungkasnya. (MAT

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus