Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Masyarakat Wajib Laporkan Kampanye Hitam Via Medsos

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25767.jpg

    BANDUNG-Maraknya akun media sosial (Medsos) menjadi ajang kampanye tersendiri bagi calon pemimpin daerah. Termasuk kampanye hitam yang dilakukan melalui akun medsos.

    Mengingat keterbatasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat dalam mengawasi kampanye hitaM melalui akun medsos maka dibutuhkan perak aktif dari masyarakat untuk terlibat mengawasi pelanggaran pilkada tersebut.

    "Di sisi lain media sosial itu sangat luas jadi Bawaslu memiliki keterbatasan untuk mengawasi akun media sosial yang sangat banyak . Untuk itu, diharapkan partisipasi peran masyarakat untuk turut mengawasi jika terjadi kampanye hitam di media sosial untuk melaporkannya ke pengawas pemilu," Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jabar, Yusuf Kurnia  kepada wartawan di Bandung, Kamis (9/11/2017)

    Yusuf menyebutkan, kampanye hitam di media sosial bisa berbentuk hasutan atau adu domba diantara calon kepala daerah. Bahkan tidak tertutup kemungkinan melibatkan tim sukses, simpatisan atau pendukung salah satu pasangan calon.

    "Kampanye hitam di medsos itu seperti menghasut, adu domba yang jelas bisa merugikan calon lainnya. Kami pastikan pengawas pemilu akan menegakan turan menyangkut kampanye hitam di media sosiall itu,"ujar Yusuf.

    Lebih Jauh Yusuf menambahkan, Undang undang Pilkada mengatur bahwa kampanye hitam diatur dalam larangan kampanye. Artinya bahwa kampanye hitam hanya bisa diproses dalam Undang undang pilkada itu sepanjang masa kampanye  

    "Tapi kalau dilakukan setelah masa kampanye akan kami akan kembalikan kepada lembaga yang memiliki otoritas yaitu pihak kepolisian,"pungkasnya (MAT

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus