Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Upacara Hari Pahlawan 10 November Tingkat Provinsi Jawa Barat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25774.jpg

    BANDUNG-Upacara Hari Pahlawan 10 november tingkat Provinsi Jawa Barat, berlangsung tepat pukul 08.00 pada Hari Jum'at (10/11) bertempat di Halaman Gedung Sate Bandung. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bertindak sebagai pembina upacara dan hadir pula wakil Gubernur Deddy Mizwar, para pejabat Forkominda, serta para pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Dalam kesempatan upacara bendera ini, Gubernur membacakan sambutan Menteri Sosial RI. Mensos Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menjelaskan, Hari Pahlawan yang kita peringati saat ini didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa"Pertempuran 10 November 1945" di Surabaya. Sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap Rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan - bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Semangat kebangsaan kita yang juga kita kenang hari ini di Hari Pahlawan adalah sebuah nasionalisme yang dilandasi oleh kemanusiaan universal bukan nasionalisme yang sempit. Sebuah nasionalisme yang oleh Bung Karno diikrarkan bahwa "My Nationalism is Humanity". Sebuah nasionalisme yang ditegaskan dalam Pidato l Juni Lahirnya Pancasila bahwa nasionalisme hanya bisa hidup subur di dalam tamansarinya internasionalisme.

    Dijelaskan Mensos Khofifah, Internasionalisme dapat hidup subur jikalau berakar dalam buminya nasionalisme. Prinsip yang dibangun oleh sebuah landasan filosofis yang tinggi bahwa kita bukanlah makhluk egois namun makhluk sosial yang menghimpun menjadi satu sebagai sebuah bangsa, yakni bangsa Indonesia. Di dalam kehidupan menjadi bangsa tersebut kita menyadari diri pula bahwa diri kita adalah bagian dari keluarga besar ummat manusia. 

    Pada era milenium kedua saat ini kita tengah menyaksikan sebuah transformasi besar dalam hubungan internasional diantara bangsa-bangsa dunia. Kita sedang menyaksikan suatu zaman yang diutarakan oleh jurnalis Gideon Rahman pada tahun 2016 tentang fajar baru pergeseran global dimana kemajuan peradaban dunia disebut sebagai era Easternization atau Timurisasi. 

    Dalam era kemajuan global seperti ini negara-negara Asia dianggap sebagai kutub-kutub baru kemajuan peradaban dunla. Oleh karena itulah persatuan Indonesia bukan hanya sebuah imperatif yang harus kita rawat sebagai suatu bangsa namun lebih dari itu Peratuan Indonesia adalah sebuah prasyarat bagi kita menjadi bagian dari kekuatan yang tengah tumbuh, the rising force bersama dengan bangsa-bangsa lain yang saat ini menjadi sorotan kemajuan seperti China, India dan Korea untuk menjadi menara-menara baru pembawa obor kemanusiaan. Membawa cahaya baru yang menjadi pandu kemajuan dunia berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai dasar negara kita yakni Pancasila.

    Usai pelaksanaan upacara bendera di Gedung Sate, Gubernur dan Wakil Gubernur, beserta para pejabat esselon lainnya melakukan ziara ke Taman Makam Pahlawan Cikutra. Di TMP Cikutra, Gubernur dan Wakil lakukan tabur bunga di Makam mantan gubernur Jawa Barat, diantaranya makam Yogie S Memet.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus