Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BNN Musnahkan Ribuan Jenis Narkoba

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_25819.jpg

    BANDUNG- Ribuan narkotika jenis sabu, ekstasi, ganja, dan AMB FUBINACA dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (10/11/2017)

    Pemusnahan dilakukan langsung Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (Buwas), Gubernur Jabar Ahmad  Heryawan (Aher) serta Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol Rusnadi. 

    Total sabu yang disita sebesar 36.315 gram, petugas menyisihkan 35 gram untuk lab, sementara yang dimusnahkan sebanyak 36.280 gram. Sedangkan, ekstasi sebanyak 28.006 butir, disisihkan sebanyak 65 butir untuk lab. Kemudian, dari ganja yang disita seberat 562.373 gram, 560.305,64 gram dimusnahkan. Lalu, AMB FUBINACA seberat 1450 gram, yang dimusnahkan sebesar 1.444 gram. 

    Menurut Buwas barang bukti tersebut didapat dari tujuh pengungkapan yang dilakukan BNN maupun BNN Jabar. Pengungkapan dari mulai penyelundupan AMB Fubinaca dari Tiongkok pada Agustus lalu hingga penyelundupan sabu di Bandara Soekarno Hatta pada 26 Oktober 2017 lalu.

    Keberhasilan ini atas operasi gabungan. penanganan narkoba tidak bisa sendiri. Ini pengungkapan juga ada informasi dari bea cukai.

    "Seluruh barang bukti didapat dari tujuh kasus berbeda. Dengan pemusnahan ini, BNN telah menyelamatkan lebih dari 4,2 juta anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika," ungkap Budi Waseso

    Narkoba saat ini sudah merajalela di Indonesia. Narkoba menyasar siapapun sendiri tidak mengenal usia. Sehingga, sambung Buwas, pemusnahan hari ini diharapkan menjadi pengingat dan memotivasi untuk terus berperang melawan narkotika.

    "Ini pengingat kita kalau narkoba begitu seriusnya dan menjadi ancaman serius. Maka mulai hari ini kita harus terbangun komitmen secara pribadi bahwa kita harus lawan betul narkotika," kata Buwas.

    Adapun, Gubernur Heryawan mengatakan, pihaknya sepakat bahwa narkoba merupakan bahaya besar yang harus diperangi. Saat ini demamnya luas dan ‎pelanggannya luas, sampai pada pelajar.

    "5 juta suspec narkoba dengan 12ribu korban pertahun atau 3-4 orang meninggal perhari. Tentunya tidak ada mendingnya dengan jumlah korban teroris. Tapi ini jumlah korban lebih dahsyat,"ucap dia.

    Aher menambahkan pemerintah dan semua pihak terkait harus bersatu padu, dengan masyrakat dan keluarga perangi narkoba dan mengurangi pelanggan.

    "Maka insya Allah yang jualan narkoba enggak laku. Ini tugas kyai dan orang tua, pendidik. No way untuk narkoba,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus