Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Moratorium TKI Indonesia-Arab Saudi Tak Ganggu Kerjasama Haji

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_0239web7.jpg

    Menteri Agama RI, Suryadarma Ali yang dihubungi wartawan usai menggelar pertemuan dengan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan (27/6) mengungkapkan Moratorium TKI Indonesia-Arab Saudi tidak menggangggu kerjasama haji.

    Kerjasama haji, tetap ada dalam keadaan aman serta pelayanan haji dari Arab Saudi optimis akan tetap aman , dimana untuk tahun 2010 saja, jumlah Jamaah Haji Asal Indonesia yang mencapai 235.000 orang, proses pembuatan visanya dapat selesai dalam hitungan waktu 1 bulan.

    Kualitas layanan terutama dalam penempatan jamaah haji di tempat-tempat ibadah kualitasnya terus naik. Di tahun 2009, di Masjid Mekah Jamaah yang ditempatkan di ring I sebanyak 27% dan 73% ditempatkan di ring II. Di tahun 2010, penempatan jamaah di ring II telah berkurang menjadi 63% dan di ring I menjadi 37%

    Di Masjid Madinah, di tahun 2009 jamaah haji di ring I mencapai 73% dan di tahun 2010 meningkat menjadi 95%.

    Selanjutnya, untuk tahun 2011 untuk Masjid Mekah ditargetkan jamaah haji yang bisa ditempatkan di ring I ditargetkan dapat mencapai minimal 80%, sekarang  saja terdata mencapai 96% serta untuk penempatan di Mekah ditargetkan dapat mencapai 100%.

    Suryadarma Ali, menambahkan untuk kuota haji masih didasarkan atas perhitungan kuota dasar. Untuk tahun 2011, jumlah jamaah yang akan berangkat sebanyak 211.000, dengan rinciannya Haji regular sebanyak 194.000 orang dan 17.000 orang untuk Haji khusus. Untuk jumlah kuota haji, pemerintah sudah mengajukan kuota tambahan. Jumlahnya 27.000 orang.

    Sementara itu, terkait dengan masalah haji, Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan menambahkan kuota haji dari Jabar ada sedikit penyempurnaan. Namun, basis kuota masih ada di Kabupaten/Kota. Kuota haji diyakini tak ada gejolak, karena telah ada kerjasama antara BPIH dengan Kabupaten/Kota.

    Penempatan kouta haji, dibuat daftar tunggu dalam rentang waktu 4 sampai 5 tahun. Proses daftar tunggu telah disetujui para Jamaah. Untuk jumlah yang berangkat tahun ini dari Jabar, ujar Gubernur 37.000 orang . (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus