Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Banjir Bandang Malangbong Ditaksir Kerugian Sebesar Rp. 4,4 Milyar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26039.jpg
    Kepala BPBD Jabar, Dicki Saromi tinjau lokasi banjir bandang

    GARUT-Kejadian banjir bandang di di Kecamatan Malangbong mengakibtakna 149 rumah penduduk (147 KK/768 jiwa) mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang dan berat. Selain itu fasilitas umum yang rusak terdiri dari mesjid (8 buah), Sekolah (2 buah dengan 6 ruang kelas), jembatan (7 buah), Irigasi (4 titik), jalan (2 titik). Sedangkan yang terancam 464 KK, 1.600 Jiwa dan buah fasilitas umum. Dengan kejadian kerugian ditaksir sebesar Rp 4.476.000.000 (Empat Milyar Empat Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Rupiah). 

    Camat Malangbong, Teten Sudara, menyebutkan, pihaknya membutuhkan bantuan berupa makanan, pakaian, Selimut, obat-obatan dan peralatan masak Disebutkan, hujan lebat di Wilayah Kecamatan Malangbong dan sekitarnya pada hari Rabu (22/11/2017)  yang berdurasi lama sekitar  pukul 14.30 WIB sampai dengan Jam 18.00 WIB. Tanda-tanda bencana mulai terlihat pukul 16.00 WIB, saat air mulai datang ke lokasi kejadian tepatnya di Kampung Cipeuyeum dan Kampung Cijanur Desa Sukamanah
    .
    Menurut Camat Malangbong, Drs. Teten Sundara, M.Si, dalam laporan tertulisnya bernomor 366/ 579/Kec., tertanggal 23 Nopember 2017, mula-mula air datang dari dua sungai yaitu Sungai Citatapa dan Sungai Cideres, kemudian menabrak rumah H. Ujang hingga tembok miliknya jebol, mengakibatkan hanyutnya seluruh isi rumah termasuk satu buah kendaraan roda tiga.

    Tidak sampia di situ, air kemudia menuju Kampung Cijanur. Karena terjadi penyempitan di jembatan, air yang datang berputar dan naik ke perkampungan hingga mencapai ketinggian 1,5 – 2 meter.

    Disamping merendam perkampungan, air tersebut mengalir ke bawah dan mengakibatkan banyak tembok dibantaran sungai yang terkikis hingga mengakibatkan longsor dan mengahnyutkan benda-benda yang dilaluinya.

    Teten juga melaporkan, kejadian air bandang tidak hanya di Sugai Cideres, namun di Sungai Cikurutug Desa Malangbong yang berdampak pada rusaknya jembatan di daerah Tanjaknangsi Desa Malangbong. Sedangkan di daerah Kampung Ciwahang Desa Sukamanah terjadi hal yang sama yang diduga berasal dari daerah pegunungan, air tersebut melewati jalan dan selokan hingga kemudian menimpa perkampungan.

    Dilaporkan pula, keajadian hujan lebat tidak hanya mengakibatkan banjir bandang tetapi mengakibatkan longsor di beberapa desa diantaranya Desa Girimakmur, Desa Campaka, Desa Mekarmulya, Desa Cihaurkuning, Desa Cikarag, Desa Barudua, Desa Cinagara dan Desa Sekarwangi.
    Pemerintah Kabupaten Garut melalui BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, termasuk pihak Kecamatan Malangbong beserta Polsek dan Koramil, dan Brimon salinng membahu membantu Korban Banjir Bandang. “Hari ke Dua kami menurunkan BPBD, Damkar, Aparatur Kecamatan, Dishub, serta Polsek Peleton, Koramil Peleton, Brimob Peleton dan Dalmas masing-masing satu Peleton dengan dibantu dari berbagai elemen masyarakat dan Organisasi kepemudaan  melakukan pembersihan rumah–rumah yang  terkena banjir terutama di wilayah Desa Sukamanah (Cijanur, Cipeuyeum dan Ciwahang) dan pembersihan jalan-jalan desa yang terkena longsor dengan menggunakan alat seadanya dan khusus di Barudua menggunakan alat berat agar transportasi lancar kembali”, Ujar Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman yang didampingi Wakil Ketua PKK Kabupaten Garut Hani dr. Hani Firdiani Budiman.

    Di lokasi banjir, Wakil Bupati  turun mendatangi satu per satu rumah warga, setiap sudut ruangan tidak luput dari perhatiannya.  Helmi diadampingi Kadis Pemadam Kebakaran Drs. Aji Sukarmaji, Kepala Pelaksana BPBD Drs. Dadii Djakaria, serta Camat malangbong Drs. Teten Sundara dan pejabat lainnya, menyempatkan memberikan bantuan kepada para korban banjir berupa Famili Kit.

    Menurut Bupati Helmi, banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Malangbong (Desa Haurkuning, Cipeundeuy dan Desa Cikarag), bisa saja disebabkan oleh rendahnya tanah tempat berdirinya rumah warga, diperparah dengan masih dangkalnya sungai serta curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan aliran air sungai atau selokan meluap mengakibatkan rumah warga tergenang.

    Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Helmi menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Hal yang dapat dilakukan melalui pendalaman dasar sungai yang saat ini telah mengalami pendangkalan.

    Selain menerjang Malangbong, kejadian bencana juga melanda Banjarwangi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut  Dadi , memastikan pihaknya pihaknya telah menurunkan bantuan bagi para korban berupa Famili Kit serta kebutuhan lainnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus