Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Nyatakan Perang Terhadap Hoax

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26253.jpg

    BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyatakan perang terhadap informasi palsu atau hoax.

    Dia menilai, penyebaran berita hoax di media sosial (medsos) sudah masif. Maka dari itu, dalam waktu dekat akan mendeklarasikan perang terhadap hoax sebagai upaya menangkal isu hoax dan menyadarkan kepada  masyarakat bahwa hoax adalah fitnah.

    "Hoax itu berdampak negatif bagi masayarakat. Apakah ada kebahagiaan dalam masyarakat dengan memfitnah?, ga ada urgensinya menyebar berita itu,"tegas Deddy Mizwar usai membuka Seminar Antisipasi Hoax pada Pilkada Serentak 2018 di Jabar dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Bandung, Selasa (4/12/2017)

    Menurut Demiz, peran pemerintah dalam memerangi hoax sangat penting, karena melakukan cek dan ricek informasi bukan berarti memfitnah orang lain. "Perbuatan fitnah sama dengan pembunuhan,"ujar Demiz.

    Sebagai upaya menangkal berita hoax ia berpesan agar nenerapkan sifat nabi Muhammad SAW seperti Sidiq, Tablig, Amanah dan Fatonah. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi termasuk menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya. 

    "Masyarakat harus Tabayun dan selektif dalam mengkonsumsi berita,"ungkap Demiz

    Demiz menegaskan, fakta yang disajikan harus benar-benar sesuai dengan kenyataan. Ia menilai fakta merupakan hal yang suci dan wajib menyampaikan kebenaran.   

    "Ini sesuai dengan sifat Rosul yaitu Fatonah yang berarti cerdas dan berwawasan luas sehingga mampu menganalisis dan membaca situasi. Tidak semua yang disampaikan diperlukan oleh masyarakat tapi bagaimana menyampaikan kebenaran ini harus me diperlukan kecerdasan,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus