Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Demiz : Royalty dari Film Miliaran, Tak Perlu Korupsi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26284.jpg
    Demiz foto bersama bareng seorang WUB, Kadis Perindag dan Kadis KUMKM

    BANDUNG–Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, sampai saat ini dirinya masih menikmati hasil dari industri kreatif bidang perfilman yang sejak lama telah digelutinya. Bahkan meski sekarang sudah menjadi wakil gubernur, royalty film masih tetap ada.

    “Lulus SMK Kesehatan saya masuk jadi PNS Dinas Kesehatan, cuma dua tahun, lalu main film, jadi sutradara akhirnya jadi Wagub Jabar. Saya itu tinggal duduk dan tidur saja royalty film masih miliaran, jadi tidak perlulah korupsi,” tegasnya bercerita tentang pengalaman hidupnya untuk memotivasi ribuan peserta Festival Wira Usaha Baru (WUB) Tahun 2017 di Pusdai Jabar, Rabu (6/12).

    Menurutnya industri kreatif sudah sejak lama tumbuh di Indonesia, namun dalam beberapa tahun terakhir ini, industri kreatif Indonesia semakin tumbuh pesat, mulai kreatif tradisional hingga ke digital kreatif.

    Manisnya bisnis industri kreatif sudah dirasakannya, dan sampai saat ini pun hasil dari industri kreatif yang dijalaninya masih memberikan manfaat, karena royalty kini juga dihargai di Indonesia.

    “Kalau orang yang kreatif itu dicari, banyak yang nunggu. Saya ditawari uang untuk buat bikin film, karena ada ide kreatif yang mahal. Nah, WUB ini juga harus kreatif. Semakin kreatif maka akan semakin dicari. Nantinya income akan didapat, kerja jadi enjoy,” tegas dia.

    Ia mengatakan, pasar Jabar sangat potensial karena penduduknya yang juga besar. Apalagi dengan pemberlakuan MEA, pasar potensial industri kreatif itu bisa mencapai 650 juta orang. Jika China masuk pasar bebas, maka potensi pasar akan semakin besar lagi, asalkan tentunya dapat bersaing dengan produk yang berkualitas. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus