Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Konferensi Internasional Data dan Sains Informasi Digelar di Bandung

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26311.jpg

    BANDUNG-Sebagai upaya mewujudkan universitas berbasis teknologi dan entrepreneurship, Universitas Telkom secara konsisten selenggarakan diseminasi hasil penelitian, kali ini berhasil mempertemukan para peneliti dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan riset Data and Information Science, dalam gelaran International Conference on Data and Information Science (ICoDIS) 2017.

    ICoDIS 2017 merupakan kegiatan ilmiah berskala internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Informatika Universitas Telkom. Konferensi ini merupakan ajang pertemuan internasional antara akademisi dan peneliti di bidang Data Secience. 

    Ketua panitia, Prof Adiwijaya menyebutkan bahwa dewasa ini, data science mejadi tren teknologi yang begitu diminati karena pertumbuhan data yang begitu besar di era perangkat mobile seperti sekarang ini membutuhkan solusi pengolahan data yang tepat.

    “Kontribusi kami untuk bangsa fokus pada penguatan teknologi, sesuai dengan visi dan misi universitas, ICoDIS 2017 berhasil pertemukan banyak inovasi berbasis riset. Tujuan utamanya menemukan formula teknologi digital, untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat” kata Adiwijaya kepada wartawan di Bandung, Kamis (7/12/2017)

    ICoDIS 2017 menghadirkan 6 pembicara kunci yang kompeten di bidangnya yaitu Profesor Toru Ishida dari Kyoto University, Profesor Naomie Salim dan A.P Dr Norma Binti Alias dari Universiti Teknologi Malaysia, Dr. Luepol Pipanmaekaporn dari King Mongkut's University of Technology, Dr. Eng. Khoirul Anwar dan Dr. Moch Arif Bijaksana dari Telkom University.

    Profesor Toru Ishida dari Kyoto University memaparkan mengenai The Language Grid for Supporting Intercultural Collaboration. Dalam paparannya, Profesor Toru mengajukan konsep kolaborasi interkultural di mana partisipan yang berasal dari beragam kebudayaan dan bahasa sama-sama berkontribusi untuk mencapai satu tujuan global. Dikarenakan kolaborasi interkultural ini dilakukan  untuk data yang cukup langka, diperlukan eksperimen yang paralel pada dunia nyata dan laboratorium. 

    "Salah satu kolaborasinya adalah membangun software open source berbasis penerjemahan oleh mesin,"ujar Adiwijaya

    Profesor Naomie Salim dari Universiti  Teknologi Malaysia mempresentasikan mengenai metode data mining untuk mendukung proses desain dan pengembangan obat dengan bantuan komputer. Dilanjutkan dengan paparan Dr. Eng. Khoirul Anwar menyampaikan topik berjudul Challenges on 5G Massive Internet of Things: Behavior Analysis from Graph. Terinspirasi dari perkembangan terkini mengenai Coding Theory, Dr. Eng. Khoirul Anwar menyampaikan mengenai sebuah metode untuk memecahkan masalah multiple access yang melibatkan perangkat IoT dalam jumlah yang belum bisa diselesaikan oleh  teknologi yang ada saat ini. Lebih jauh, Dr. Eng. Khoirul Anwar juga mengulas beberapa skema coding dasar yang memunginkan bisa digunakan untuk membantu masifnya akses wireless di masa depan.

    Tiga pembicara berikutnya berbicara bersama mengenai data science, dengan topik "Multi-Class Learning Stategies for Large-Scale  Classficiation", "Complex Model, Sequential immigrants, Big Data Generation, Large  Sparse Simulation  And High-performance Computing Platform for 4iR Applications" dan "Text Analysis for Al Qur’an to Help Us Understand It Better". Selain itu, ada juga presentasi makalah hasil penelitian yang disajikan dalam sesi paralel. Makalah yang submit ke ICoDIS mencapai 86 buah paper. Dan hanya diterima sebanyak 59 paper, artinya acceptance rate nya 68%. 

    "Pemakalah afiliasinya berasal dari 7 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Inggris, Japan dan Perancis,"pungkasnya (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus