Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    50 SLRT KaB/ko Se Indonesia Kunjungi Kab.Bandung

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26328.jpg

    BANDUNGKAB-SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) Kabupaten Bandung menjadi lokasi kunjungan kerja bagi 50 SLRT Kabupaten/ Kota Se Indonesia, yang diterima di Bale Sawala Soreang, Kamis (7/12). Ketua Rombongan/ Kasubdit Pekerja Sosial dan Pekerja Sosial Masyarakat Kementrian Sosial RI Afrizon Tanjung mengatakan, dipilihnya Kabupaten Bandung sebagai lokasi pembelajaran, karena dianggap sudah berkembang pesat baik dari segi regulasi, sarana, dan lainnya. 

    “Dipilihnya Kabupaten Bandung sebagai tujuan kunjungan kerja kali ini, kami mengumpulkan teman-teman SLRT dari 50 Kabupaten/ Kota se Indonesia. Kami ingin melihat langsung bagaimana kinerja SLRT Sabilulungan di Kabupaten Bandung di lapangan serta segala sarana prasarana pendukung lainnya. Karena memang kita melihat SLRT di sini sangat maju pesat, Jadi SLRT Sabilulungan adalah malaikat kami di Kemensos,” ungkap Afrizon.

    Tujuan lain kata Dia, yakni untuk mensiarkan betapa pentingnya SLRT dalam layanan masyarakat luas, terutama pada masyarkat yang kurang beruntung. Selain itu lanjutnya, dalam kedatangan Dia beserta rombongan yang terdiri dari Supervisor dan Fasilitator itu,  akan dipelajari juga bagaimana SLRT Sabilulungan di Kabupaten Bandung ini bisa menjangkau, masyarakat yang kurang beruntung, dengan adanya fasilitator tingkat desa.

    “Kami ingin mengetahui juga secara detail, apa saja yang dilakukan fasilitator, apalagi sudah tersedia juga di tingkat desa, yang memang sangat dekat dengan masyarakat langsung.  Masyarakat BDT yang sudah beruntung harusnya keluar dari data BDT, dan itu selama ini masih menjadi permasalah, termasuk pengelolaan data yang update,” imbuhnya.

    Dari SLRT 50 kab/kota tersebut tambahnya, Dia berharap agar semua fasilitator mendapat pengetahuan, pelajaran, juga pengalaman berarti. “Kita harapkan semua akan mempelajari mulai dari regulasi, peningkatan kapasitas SDM, penambahan sarana juga integrase dan tindakan teknis yang dilakukan semua pihak untuk penanganan masalah kesenjangan social, termasuk campur tangan CSR pihak swasta,” kata Afrizon.

    Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat H.Marla, S.Ip.,M.Si mengungkapkan,  sampai saat ini SLRT Sabilulungan Kabupaten Bandung Dinas Sosial telah berpartisipasi aktif dalam melaksanakan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, yang bertujuan untuk  meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat miskin, penguatan kelembagaan sosial ekonomi masyarakat, serta melaksanakan percepatan Pembangunan daerah tertinggal.

    “Banyaknya kasus keluarga miskin yang tidak mendapatkan layanan perlindungan sosial secara komprehensif, juga terabaikannya proses penyelesaian penanganan masalah yang beragam, maka untuk mengatasi berbagai kesenjangan, SLRT hadir sebagai layanan kemiskinan satu pintu, ucap Marlan didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Dra.Hj.Nina Setiana.,M.Si

    Di dalam SLRT lanjutnya,  terjalin integrasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), hinga dukungan penuh dari Bupati Bandung. Menurutnya untuk mewujudkan penanganan kemiskinan, SLRT bisa dijadikan wadah yang mengintegrasikan beragam kebijakan juga program layanan secara  komprehensif, efektif, dan efisien.

    “SLRT Sabilulungan terlahir dari komitmen Pemda yang didukung semua elemen, baik OPD yang menangani program kemiskinan, dunia usaha, kemudian lembaga sosial masyarakat. Saat ini sudah terdukung sarana kantor, 1 unit kendaraan operasional dan 1 unit ambulance. Kita harapkan ke depan, selain menambah sarana, kekuatan kapasitas SDM fasilitator juga intensifnya akan bertambah agar pelayanan semakin maksimal,” tandasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus