Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Melantik 8 Pejabat Eselon II

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Gub-Lantik-8-Pejabat-Eselon-II.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan melantik 8 pejabat eselon II lingkup Pemerintahan Provinsi Jawa Barat,  di Aula Barat Gedung Sate, Jl Diponegoro 22 Bandung, Selasa (5/7) siang. Para pejabat baru itu di antaranya  ada yang menggantikan posisi yang ditinggalkan pendahulunya karena memasuki pensiun,  ada yang promosi dan ada juga yang perpindahan jabatan.

    Para pejabat tersebut adalah Ir. Sutjipto, M Eng Sc Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dadang Suharto, SH, MM Kepala Biro Pengelolaan Barang Daerah pada Asisten Administrasi Setda Provinsi Jabar, Ir. Diden Trisnadi, MP Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat, Hj. Enny Heryani Ratnasari Soebari, SH, CN Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Hj. Tati Iriani, SH, MM Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, DR.Hj.Nenny Kencanawati Kepala Biro Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jabar, Drs. Hening Widiatmoko, MA Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jabar dan Drs.H.Sri Mulyono Ak, MSi, Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Jabar.

    Gubernur mengharapkan, para pejabat baru tersebut mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, transparan, akuntabel sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    "Pemerintah harus mampu menjawab sekaligus mengatasi permasalahan secara akseleratif. Khususnya melalui penguatan kapasitas aparatur sebagai motor penggerak birokrasi yang profesional dan memiliki integritas tinggi. Sehingga dengan modal itu, Pemerintah dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat," tegas Gubernur di hadapan para pejabat eselon II yang dilantik dan tamu undangan yang hadir menyaksikan acara tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur  menyampaikan sejumlah arahan kepada para pejabat yang baru dilantik, seperti; Sutjipto Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) yang diberi amanat menjadikan Badiklat sebagai wadah strategis dalam menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan aparatur profesional, handal dan berkualitas. Demikian juga dengan Diden Trisnadi Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) yang diberi tugas mengawal kebijakan Pemerintah mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Barat.

    Kepada Enny Heryani Ratnasari Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) didorong agar menciptakan tertib arsip dan merevitalisasi peran dan fungsi perpustakaan yang edukatif, informatif dan rekreatif. Sementara Hening Widiatmoko Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mendapat tugas  menciptakan lapangan kerja baru, mendorong peningkatan kerjasama Tripartit. Dan secara khusus Kadisnakertrans mendapat tugas mengelola tenaga kerja luar negeri asal Jawa Barat dengan berkoordinasi dengan semua pihak terkait.

    Sedangkan Tati Iriani Kepala Dinas Sosial (Dinsos) harus mampu mewujudkan layanan sosial dengan kualitas terbaik di setiap unit pelayanannya. Khususnya menekan angka penyandang masalah sosial di Jawa Barat. Selanjutnya Nenny Kencanawati Kepala Biro Pengembangan Sosial mendapat tugas merumuskan regulasi dan kebijakan yang mampu menghadirkan partisipasi publik, memiliki kultur mandiri, berdaya dan bergotongroyong dalam mengatasi permasalahan sosial di Jawa Barat.

    Kepala Biro Keuangan Sri Mulyono mengemban amanat mewujudkan pemerintahan yang baik melalui peningkatan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, efisien, efektif dan akuntabel.

    “Biro keuangan juga harus mampu menjalankan perannya untuk meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan di lingkungan Pemprov Jawa Barat. Sejalan dengan itu, Kepala Biro Pengelolaan Barang Daerah (BPBD) Dadang Suharto diminta menyelesaikan laporan dan tertib asset milik daerah dalam rangka meraih laporan keuangan WTP,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus