Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar Apresiasi Aplikasi FEWEAS

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26399.jpg

    BANDUNG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengapresiasi hadirnya aplikasi Flood Early Warning and Early Actions System (FEWEAS) yang diciptakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) guna mencegah terjadinya bencana di beberapa wilayah di Jabar khususnya daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

    Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jabar,  Eddy Iskandar Muda Nasution menjelaskan, bahwa sungai Citarum termasuk ke dalam kategori nasional dengan panjang 270 km dari Cisanti hingga Muara Gembing. Sungai Citarum juga dimanfaatkan oleh 25 juta penduduk baik industri maupun lahan pertanian untuk sumber kehidupan.

    Namun di sisi lain sungai Citarum membawa bencana karena hampir tiap tahun mengalami banjir dan permasalahan ini belum diselesaikan secara tuntas meskipun banyak program dilakukan oleh pemerintah setempat dengan memberikan perhatian yang cukup besar terhadap sungai Citarum.

    "Sungai Citarum banyak digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, jika terjadi persoalan harus cepat ditangani,"ujar Eddy.

    Eddy menyebutkan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sempat memberikan suatu pernyataan bahwa penanganan DAS Citarum ini termasuk kategori super prioritas. Artinya Pemprov Jabar  sangat memprioritaskan penanganan Citarum. 

    Selain itu, Pemerintah pusat melalui Menko Maritim juga memberikan perhatian lebih terhadap penanganan limbah dan industri dengan melibatkan TNI.

    "Bahkan penanganan DAS Citarum tiap 5 km dikomandani langsung oleh perwira setingkat kolonel,"tegas Eddy.

    Dia menambahkan berdasarkan data  penyebab terjadinya bencana banjir dipicu oleh curah hujan yg begitu tinggi. Selain itu, merupakan fenomena alam yang terjadi akibat berkurangnya keseimbangan lingkungan. 

    Pemprov Jabar juga telah melakukan berbagai langkah baik struktural maupun non struktural yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk tidak menbuang sampah sembarang, kemudian dari sisi kultural yaitu merubah mindset masyarakat agar Citarum dapat dijaga dengan baik.

    "Saya memandang apa yang kita lakukan merupakan langkah positif dan terobosan yang baik,"pungkasnya (MAT

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus