Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    ITB Resmi Menerima 90 Dosen Tetap Non PNS

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26436.jpg

    BANDUNG- Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi telah mengumumkan Hasil Seleksi Penerimaan Dosen Tetap Non PNS. Pengumuman yang ditampilkan di laman ITB itu berisikan daftar 90 orang nama pelamar yang dinyatakan lulus disertai nama Fakultas/Sekolah tempat yang bersangkutan akan melaksanakan tugas sebagai dosen di lingkungan ITB.

    Proses seleksi penerimaan Dosen Tetap ITB Non PNS dimulai sejak diumumkannya secara terbuka penerimaan dosen tetap Non PNS pada tanggal 8 September 2017. Para pelamar diwajibkan mengikuti serangkaian uji seleksi mulai dari administrasi, kesehatan hingga seleksi kompetensi bidang. Seleksi kesehatan untuk penerimaan dosen tetap Non PNS ITB dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, sedangkan untuk seleksi psikotest, ITB menggandeng tim psikolog independen.

    Sebagai Perguruan Tinggi Negeri berbadan Hukum (PTN-BH), ITB mendapatkan keleluasaan untuk mengelola sistem kepegawaian secara mandiri termasuk penerimaan dosen dan tenaga kependidikan. Begitupula dengan pendirian dan penutupan program studi. Kewenangan lainnya yang melekat pada ITB PTN-BH yaitu di bidang pengelolaan kerjasama. Ketiganya merupakan konsekuensi yang dibawa semenjak berubahnya ITB dari status PTN Satker menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang selanjutnya menjadi PTN-BH di Tahun 2010.

    Direktur Kepegawaian ITB Suharto mengungkapkan bahwa seleksi penerimaan dosen tetap ITB Non PNS merupakan upaya untuk memenuhi tuntutan pengajaran dan riset yang unggul berstandar internasional dalam rangka ITB menuju Enterpreneurship University sesuai misi yang dibawa oleh Rektor ITB, cirinya yaitu Excellence in Teaching, Excellence in Research dan Excellence in Innovation. Penerimaan dosen tetap ITB Non PNS ini juga merupakan terobosan dari ITB sebagai PTN-BH akibat terbatasnya formasi dosen PNS yang diberikan oleh pemerintah disamping banyaknya dosen yang memasuki masa pensiun atau purnabakti. Tercatat sekitar 39 orang dosen telah masuk masa purnabakti dari tahun 2016.

    “Dampak dari bertambahnya program studi (yang artinya bertambahnya mahasiswa),  juga ada tuntutan yang datang dari ITB dimana (dosen) harus menghasilkan publikasi yang lebih tinggi , karena selain untuk mencapai excellence in teaching kan juga harus excellence in research sehingga seleksinya pun lebih mendalam, karena kita juga dituntut untuk bersaing dengan perguruan tinggi tingkat dunia” ungkap Suharto, Rabu (13/12).

    Rasio dosen terhadap mahasiswa berdasarkan  Kepmendikbud Nomor 234/U/2000 untuk IPA adalah 1 banding 20 dan ITB harus lebih baik dari itu ujarnya. Saat ini rasio dosen terhadap mahasiswa di ITB adalah 1 banding 16,5. ITB juga menjamin bahwa Karir dosen non PNS akan sama dengan dosen PNS, ITB hanya membayar gaji dan tunjangan melekat, sedangkan sertifikasi dosen dibayar oleh pemerintah.

    Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) menerima paling banyak dosen tetap Non PNS dengan jumlah masing-masing 12 orang, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) sejumlah 11 orang, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) 10 orang, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) 8 orang, Fakultas Teknik Industri (FTI) 7 orang, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) masing-masing 6 orang, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) masing-masing 5 orang, dan Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) 4 orang. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus