Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Demiz: Jabar Terapkan 3 Langkah Integratif Pendidikan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26437.jpg

    BANDUNG- Tiga langkah integratif pendidikan yang harus diterapkan yakni pendidikan usia dini, pendidikan yang setinggi-tingginya dan pemerataan kesempatan pendidikan. 

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan ada 18 kecamatan di 7 kabupaten belum memiliki SMA/SMK, bahkan sebanyak 69 SMA/SMK belum memiliki lahan mandiri, kemudian Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi masih sekitar 19 persen dimana rata-rata angka nasional sudah mencapai 30 persen. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menargetkan APK sebesar 25 persen pada 2018 mendatang.

    "Makanya dana hibah beasiswa ini menjadi sangat strategis padahal memiliki 377 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), kok APK kita masih rendah?. Mungkin harus ada keberpihakan perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa asli Jawa Barat," tegas Wagub Jabar kepada wartawan di Kantor Dinas Pendidikan Prov. Jabar, Rabu (13/12/2017).

    Pemprov Jabar sendiri sejauh ini mendorong multi kampus dalam rangka pemerataan kesempatan pendidikan misalnya dengan mendirikan ITB di Cirebon, Unpad Pangandaran, dan IPB Sukabumi.

    "Ini dilakukan agar tidak perlu orang Sukabumi kalau mau belajar di IPB harus ke Bogor segala. Insya Allah pada 2019 Tol Bocimi selesai dan kereta api double track sudah selesai sampai Sukabumi," ujar Demiz.

    Begitu pula APK SMA/SMK di Jabar yang baru mencapai 76,62 persen sedangkan nasional 80,1. Makanya, Pemprov Jabar membuka SMA terbuka dan SMK pendidikan jarak jauh yang bisa meluluskan 36.000 siswa setiap tahun. 

    "Kita tidak bisa menghindari persaingan global. Makanya manfaatkan hibah ini dengan sebaiknya. Mungkin amal kita yang ini yang membuat kita masuk surga, bukan yang lain," tutur Demiz.

    Dia mengimbau agar tidak menyebutkan jumlahnya tapi harus fokus kepada hasil dari penyaluran bantuan hibah ini. "Kita jangan ngomongin duitnya tapi kita fokus pada tujuannya. Jadi orientasi pada hasil. Bagaimana caranya kita mencari terobosan baru dalam pengembangan SDM ini," imbuhnya.

    Demiz menegaskan bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan terasa percuma jika tidak dibarengi dengan kualitasnya, sementara ancaman terhadap generasi muda sudah begitu banyak seperti narkoba dan pornografi.

    Untuk itu, Pemprov Jabar secara konsisten membantu pesantren-pesantren termasuk SMK terpadu artinya SMK berbasis pesantren dengan memberikan bantuan kepada para penghafal Al-Quran.

    "Itulah pentingnya ilmu agama dalam kehidupan kita karena semakin penting artinya kehidupan menjalankan agama," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus