Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bio Farma Tambah Pasokan Vaksin untuk Difteri

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26478.jpg

    BANDUNG-Bio Farma memastikan dapat memenuhi kebutuhan vaksin yang mengandung komponen difteri, untuk program Outbreak Response Immunization (ORI) KLB Difteri yang akan dilaksanakan sebanyak tiga kali yaitu pada Desember 2017, Januari 2018 dan Juli 2018. 

    Vaksin yang dibutuhkan untuk memutuskan penularan, menurunkan jumlah kasus difteri, terdiri dari vaksin DT, Td, dan DTP-HB-Hib.

    Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan,  “kami akan mempersiapkan tambahan stok vaksin yang mengandung komponen difteri untuk ORI Desember 2017 sebanyak 35 ribu vial vaksin DT 10ds dan 102 ribu vial vaksi Td 10ds. “

    “Sedangkan untuk tahun 2018, diluar pembelian rutin pemerintah untuk program Imunisasi nasional, Bio Farma akan menambahkan pasokan vaksin yang mengandung komponen difteri masing – masing sebanyak 1.2 juta vial vaksin DT 10ds, 7 juta vial vaksin Td 10ds dan 4 juta vial vaksin DTP-Hb-Hib.”

    “Total kebutuhan pemerintah untuk program ORI pada bulan Desember 2017 sebanyak 130 ribu vial vaksin DT 10ds, 760 vial vaksin Td dan 1,4 juta vial vaksin DTP-Hb-Hib, dari jumlah tersebut terdapat tambahan vaksin dari Bio Farma masing – masing 35 ribu vial vaksin DT 10ds dan 102 ribu vial vaksi Td 10ds. Sedangkan untuk vaksin DTP-HB-Hib, stock pemerintah masih mencukupi” ujar Bambang.

    Bambang menambahkan untuk kebutuhan ORI tahun 2018, Bio Farma akan menyediakan vaksin DT 10ds sebanyak 1.2 juta vial, Vaksin Td10 ds sebanyak 7 juta dosis dan DTP-Hb-Hib sebanyak 4,5 juta dosis, Jumlah tersebut diluar kebutuhan program Imunisasi rutin pemerintah.

    Berkaitan dengan pengobatan pasien difteri yang menggunakan Anti Difteri Serum (ADS), Bio Farma akan memberikan bantuan untuk Kementerian Kesehatan sebanyak 700 vial, yang di impor dari India. Pengadaan ADS yang diimpor berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan kapasitas ADS produksi di Bio Farma, sehingga kapasitas produksi  belum dapat menghasilkan secara penuh. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus