Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sister School Dengan Harazawa JHS, SMPN 1 Kota Bogor Berikan Kejutan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26508.jpg

    Bogor-Melanjuti Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot)  Bogor dengan Pemerintah Kota Kisarazu pada Oktober 2016 lalu, hari ini Kamis (14/12/2017) berlangsung Student Online Exchange antara SMP Negeri 1 Bogor dengan Harazawa Junior High School (JHS)  Melalui Video Call Skype, belasan siswa/siswi dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor menyapa siswa/siswi, Kepala Sekolah Harazawa JHS dan tak ketinggalan hadir pula Wali Kota Kisarazu Yoshikuni Watanabe. 

    Di awal acara, SMPN 1 Kota Bogor memberikan sebuah pertunjukan musik lewat pianis muda yang juga siswa di SMPN 1 Kota Bogor. Anak laki-laki dengan kemeja putih dibalut jas hitam dan celana hitam berjalan ke arah piano yang sudah disediakan di belakang kursi. Dengan jari lentiknya, anak tersebut memainkan lagu Sunda Manuk Dadali yang kemudian di lanjut lagu Jepang.

    Peserta Student Online Exchange Kisarazu bertepuk tangan dan nampak terpukau sebab mereka merasa diberikan kejutan. Tak lama, Wali Kota Bogor Bima Arya datang dan segera ikut bergabung dengan memberikan ucapan senangnya kepada Yoshikuni Watanabe. Begitupula sebaliknya dua orang pemimpin daerah beda negara ini saling bertegur sapa secara jarak jauh. 

    Acara kemudian dilanjut dengan perkenalan dari kedua belah pihak. Dimulai dari seorang siswi Harazawa JHS yang menceritakan tentang Kota Kisarazu dan kemudian dilanjut siswa Harazawa JHS yang menceritakan seputar sekolah mereka menggunakan bahasa Inggris. 
    Pemaparan dari Harazawa JHS pun dibalas dengan pemaparan balik dari Siswa SMPN 1 Bogor Muhammad Jabril Faizatori tentang Kota Bogor dan disusul persentasi dari Alma Putri Nashrida tentang SMPN 1 Bogor. 

    Alma mengatakan, dirinya ditunjuk langsung oleh salah seorang guru untuk latihan presentasi menggunakan bahasa Inggris mengingat ia merupakan salah seorang siswa yang nilai bahasa Inggris-nya diatas 90. Ia pun tidak menolak kesempatan tersebut ditambah orangtuanya turut mendukung.
     
    “Saya memang sudah belajar bahasa Inggris dari kecil dan memang suka juga dengan bahasa Inggris, jadi saya senang sekaligus bangga bisa terpilih,” ujar siswa kelas VIII ini yang juga bercita-cita menjadi CEO Google. 

    Berbeda dengan Alma, Jabril menceritakan, dirinya dipilih untuk menggantikan teman Osisnya yang kebetulan sedang tidak bisa. Meski mengiyakan ia yang belajar bahasa Inggris melalui film dan lagu ini sempat merasa tidak percaya diri. Tetapi berkat latihan selama empat hari ia yang juga pernah mewakili sekolah di lomba Spelling EF mendapatkan rasa percaya dirinya. 

    “Tadi pas pemaparan malah tidak grogi sama sekali dan cukup percaya diri. Saya juga ingin sekali bisa kesana untuk pertukaran kebudayaan karena saya sangat suka sekarang dan ingin menjadi ahli sejarah,” terang siswa kelas VII ini. 

    Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor Sri Sugiarti mengatakan, pihaknya bangga bisa terpilih menjadi sister school dengan sekolah Hatazawa JHS. Ia pun sudah sangat siap untuk sharing peningkatan mutu pendidikan dengan Kisarazu Jepang. Dan sudah tidak sabar untuk dapat berkunjung ke Kisarazu. 

    “Kami berharap bisa mengirim siswa kami kesana untuk pertukaran pelajar. Agar anak-anak bisa belajar tentang pendidikan karakter di Jepang,” pungkasnya. (fla/hari/rabas-SZ)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus