Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Teh Nia Genjot Motivasi Anak Dalam mendukung Pembangunan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26870.jpg

    KAB.BANDUNG-Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (P2TP2A) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser memastikan, bahwa anak sebagai generasi bangsa, dengan segala potensi yang dimiliki, sangat memungkinkan untuk bisa menyuarakan masukan dan harapannya dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bandung. 

    Menurut Ibu yang akrab disapa Teh Nia ini, ide cemerlang dan inovasi segar dari anak-anak harus masuk dalam program pembangunan, karena lanjutnya, bisa jadi apa yang mereka sampaikan menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Bandung.

    “Anak-anak punya dunia mereka sendiri, namun tidak salah kalau usulan mereka sangat memungkinkan untuk terjadinya perubahan yang lebih baik. Maka saya dorong semangat untuk terus berkarya dan berkreasi, khususnya demi Kabupaten Bandung yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing,” ungkapnya usai acara Sosialisasi Ramah Anak di Aula SMA 1 Margahayu, Rabu (10/1).

    Ada beberapa hak anak yang tidak jarang dilupakan oleh para orang tua dan guru, yakni hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, perlindungan, identitas, hak untuk mendapatkan status kebangsaan, makanan, kesehatan, rekreasi dan mendapatkan kesamaan serta hak untuk berperan dalam pembangunan. Untuk itu Teh Nia mengajak para orang tua untuk memaksimalkan perannya dalam keluarga.

    “Sedangkan untuk para guru, jadilah orangtua dari anak-anak di sekolah, sehingga sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi mereka. Masing-masing bisa menjalankan peran pengawasan dengan kasih sayang, sehingga tercipta  sekolah yang ramah, nyaman dan menyenangkan,” imbuhnya.

    Pada kesempatan itu pula, Teh Nia berpesan pada seluruh peserta yang hadir agar berkomitment untuk tidak melakukan kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak. “Jadilah penerus bangsa yang cemerlang untuk pembangunan masa depan,” pungkas Dia.

    Sementara, Kepala Sekolah SMA 1 Margahayu Drs. Aa Sudaya Mpd mengatakan, dilakukannya sosialisasi sekolah ramah anak tersebut selain menjadi agenda di tahun 2018, diharapkan para siswa mendapatkan motivasi dan tergugah, menjadikan sekolahnya menjadi aman, nyaman, bersih sebagai rumah kedua.

    Pada kesempatan itu, salah satu siswa membacakan deklarasi suara anak Indonesia, yakni mengenai peningkatan akses pelayanan pembuatan akte kelahiran terkhusus di daerah pelosok, peningkatan peran forum anak dalam proses pembangunan, adanya keterlibatan tokoh masyarakat dalam implementasi pendewasaan usia perkawinan, mengenai pola asuh Ramah anak.

    Selain itu peningkatan pengendalian terhadap peredaran narkotika dan psikotropika serta lindungi anak dari iklan promosi sponsor dan asap rokok, mengenai peningkatan fasilitas kesehatan anak dan diperbaiki gizi buruk pada anak,  kualitas pendidikan melalui implementasi pelaksanaan sekolah lima hari dan zonanisasi sekolah, penghapusan segala bentuk kekerasan di sekolah, peningkagtan penggunaan internet sehat disertai dengan semangat literasi pada anak dan peningkatan pembelajaran siaga untuk anak di daerah rawan bencana dan konflik serta  lindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan sosial

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus