Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Inovasi Pemkot Bandung untuk Kurangi Pencemaran Citarum

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_26990.jpg

    BANDUNG- Diperlukan inovasi untuk membuat alat yang mampu mengurangi pencemaran Sungai Citarum. Pemerintah Kota Bandung mengusulkan pembuatan pipa gendong untuk mengurangi pencemaran tersebut.

    Hal itu dikatakan Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil saat rapat kordinasi penanganan Citarum di Gedung Sate, Selasa (16/1/2018).

    Sebelumnya, gagasan ini pernah disampaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, namun belum terealisasi. 

    Pipa gendong adalah pipa raksasa untuk menampung pipa-pipa kecil pembuangan dari rumah-rumah sepanjang sungai yang biasanya langsung mengalir ke sungai. Kotoran dari pembuangan di pipa raksasa itu secara reguler dalam jangka waktu tertentu bisa disedot untuk kemudian dibuang ke tempat yang lebih memadai.

    Menurutnya, permasalahan yang dihadapi di Kota Bandung saat ini adalah banyaknya pemukiman yang berada di bantaran sungai yang posisinya membelakangi sungai. Ha tersebut membuat limbah-limbah kotoran seringkali dialirkan ke sungai.

    “Mereka batas ruang belakangnya (rumahnya) kan menghadap ke sungai. Memindahkan pemukimannya kan nggak mudah. Maka, jangka pendeknya adalah minimal buangan ke sungainya tidak langsung,” jelas Ridwan.

    Ia berharap, ide pipa gendong ini bisa mengurangi volume limbah yang setiap hari masuk ke Daerah Aliran Sungai (DAS) AS Citarum. 

    Perlu diketahui, setiap hari ada 20,4 ribu ton limbah organik dan anorganik yang masuk ke Citarum dari hulu ke hilir.. Dari jumlah tersebut, 71 persennya tidak bisa terangkut. Selain itu, aliran sungai sepanjang 297 km itu juga dicemari dengan kotoran manusia dan ternak sebanyak 35-65 ton perhari, serta 280 ton limbah kimia.

    Data juga menunjukkan adanya peningkatan kandungan logam berat dan bakteri E.coli yang melebihi batas aman. Padahal, sungai tersebut dimanfaatkan oleh 27,5 juta warga DKI Jakarta dan Jawa Barat, menjadi sumber air minum 80 persen penduduk DKI Jakarta, serta mengaliri 420 ribu hektar lahan pertanian. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus