Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Rencana Mogok Para Pedagang Ayam Dibatalkan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27014.jpg
    Satgas Pangan tinjau para pedagang daging ayam

    BANDUNG-Bedasarkan hasil rapat koordinasi antar OPD Pemprov.Jabar dan Polda Jabar, Kamis (18/1), tentang penanganan rencana mogok para pedagang ayam yang tergabung dalam organisasi LSM PESAT JABAR (Persatuan Pasar dan Warung Tradisional Jawa Barat) Di Wilayah Bandung Raya bahwa, rencana mogok yang akan berlangsung tanggal 19-21 Januari, resmi dibatalkan.

    Hal tersebut setelah adanya koordinasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov.Jabar dengan Usep Iskandar
    Wijaya dari PESAT, bahwa dirinya tidak pernah menandatangani Surat Berita Acara tentang rencana mogok berjualan daging ayam
    tersebut, sehingga diduga ada oknum yang memalsukan tanda tangan Saudara Usep Iskandar Wijaya. Selain itu, koordinator surat edaran Iim Ruhimat, sudah menghimbau kepada Pedagang Pasar untuk berjualan sebagaimana biasanya dan hasilnya para pedagang akan berjualan sebagaimana biasanya.

    Hasil lainnya dari rakor tersebut, yaitu : Pemerintah minta pihak Bandar dan Pedagang untuk tetap aktif berjualan daging ayam seperti biasa dengan jaminan keamanan oleh Polda Jabar. Meminta pedagang untuk menjual daging ayam dengan harga yang lebih wajar/terjangkau oleh masyarakat. Polda Jabar akan menelusuri ditingkat distributor atau PT agar tetap menjual ayamnya ke bandar selama 3 hari ke depan dengan harga normal. Kemudian, Satgas pangan bekerjasama dengan PD Pasar memantau proses penjualan daging ayam selama 3 hari (19-21 Januari 2018).

    Dari rakor itu terungkap pula, kondisi stock daging ayam jenis broiler dinilai aman atau mengalami surplus. Dari data DKPP Prov.Jabar tahun 2018, bahwa persediaan daging ayam broiler, yaitu sebanyak 792.540.478 Ekor atau 636.410 Ton.
    Sedangkan kebutuhan, yaitu sebanyak 541.242.527 Ekor atau 434.618 Ton. Jadi terdapat surplus sebanyak 251.295.946 Ekor atau
    201.192 Ton.

    .Mengingat waktu kedepan harga daging ayam berpeluan akan bergejolak, maka diusulkan kepada Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan untuk menetapkan eceran tertinggi sebagaimana yang telah dilakukan untuk komoditas lainnya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus