Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BEI Ajak Perusahaan Besar Masuk Bursa

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27074.jpg

    BANDUNG- Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengimbau kepada perusahaan-perusahaan besar yang membuka usahanya di Indonesia untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) dan melantai di bursa.

    Lebih lanjut Tito mengatakan, ada 22 perusahaan dengan kapasitas besar yang sejak dari dulu telah mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia dan memproduksi berbagai macam produk, sudah kita mintakan melalui surat untuk melantai di bursa.

    "Perusahaan-perusahaan yang sudah dari dulu mengeksploitasi kekayaan alam kita, memproduksi segala macam lalu produknya juga dinikmati dijual oleh konsumen terutama orang Indonesia, ingat negaranya dong dan ingat konsumennya," ucapnya.

    Menurut Tito, dengan melantai di bursa ini akan memberikan negara dimana perusahaan tersebut berada untuk membesarkan pasar dan konsumennya mendapat kesempatan untuk menikmati perusahaan.

    "Sudah waktunya, pemerataan pendapatan melalui kepemilikan dan juga transparansi, banyak tuh, Teh Botol (Sosro), Wing Grup, Kapal Api, Garuda Food,"  kata Tito, di acara Market Outlook 2018 di Lembang, KBB, Minggu (21/1). 

    Tito menambahkan, dari 22 perusahaan besar tersebut, bisa mempunyai kapitalisasi pasar hingga Rp 2.000 triliun dan peluang mengajak perusahaan tersebut melantai di lantai bursa cukup potensial, dimana mayoritas perusahaan tersebut merupakan perusahaan keluarga dan saat ini merupakan generasi kedua yang tengah mengendalikan korporat.

    "Kita tahu perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar jumbo selalu merasa tak membutuhkan suntikan dana, termasuk dari pasar modal. Tapi kita berupaya agar mereka mau melantai sehingga kapitalisasi pasar di bursa bisa baik," ucapnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus