Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pilkada Jabar, PB NU Tetap Netral

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27206.jpg

    BANDUNG-Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) A. Helmy Faishal Zaini mengatakan pihaknya akan tetap netral dalam pelaksanaan pilkada serentak 2018.

    PB NU menyarankan kepasa masyarakat agar memilih pemimpin yang terbaik untuk rakyatnya. Pasalnya, kata Helmy, pihaknya memiliki faedah fikih bahwa kebijakan seorang pemimpin itu harus berkaitan langsung dengan kemaslahatan yang dipimpinnya. 

    "Jasi silahkan bebas memilih pemimpin yang dipercaya dan akan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,"kata Helmy yang didampingi Sekretaris PKB Kabupaten Bandung, Tarya Witarsa usai menjenguk Kiyai Umar Basri di RS Al-Islam Bandung, Senin malam (29/1/2018)

    Dia berharap pada penyelenggaran pilkada 2018 agar masyarakat bisa menjaga ketenangan dan mampu menunjukan bahwa bangsa Indonesia merupakan masyatakat terdirdik dan sudah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut sehingga melahirkan pemilu yang damai.

    "Kita serahkan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin pilihan mereka karena masyarakat sekarang  sudah semakin cerdas,"ujar Helmy

    Dia mengaku menjelang pelaksanaan Pilkada semua bakal pasangan calon (bapaslon) yang maju di pilkada jabar sudah meminta restu para kiyai. Namun, PB NU memastikan tidak akan terlibat poltik dalam hajatan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

    "Semua pasangan calon sudah menemui para kiyai dan ulama. Ya yang namanga bapaslon pasti meminta restu ya. Tapi Kita hanya sebatas mendoakan saja,"tegas Helmy

    Terkait beredarnya foro PC NU yang mendukung salah satu pasangan calon dalam Pilkada serentak 2018. Dia menegaskan pihaknya sudah mengklarifikasi dan tabayun bahwa tidak ada yang melakukan hal itu. Beredarnya kabar kejadian di Purwakarta, bahwa informasi tersebut tidak benar. 

    "Kita sudah telpon yang bersangkutan dan ternyata itu hoax. Jadi tidak benar kabar itu,"pungkasnya  (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus