Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Demiz: Masyarakat Harus Mendapatkan Sanitasi Layak

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27265.jpg

    KAB. INDRAMAYU- Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar meresmikan gerakan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Desa Malangsemirang Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, Kamis (1/2/2018).

    Deddy Mizwar menjelaskan dengan adanya gerakan Kotaku, masyarakat mendapatkan kebutuhan air bersih dan air minum 100 persen. Sedangkan nol persen merupakan tingkat kekumuhan.

    "100 persen masyarakat mendapatkan sanitasi yang layak," kata Demiz.

    Menurutnya, sejauh ini masih ditemukan sanitasi yang kurang layak sehingga menciptakan kekumuhan dan menimbulkan penyakit yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

    Selain itu, masih ditemukan tempat mandi cuci kakus (MCK) yang sumurnya berdekatan dengan septic tank.

    "Itu kan jadi kumuh dan tidak sehat. Harus kita hindari," ujar Wagub Jabar.

    Dibeberapa tempat diterapkan sanitasi berbasis masyarakat (Sabernas) yang dilengkapi septic tank komunal. "Jadi disalurkan ke septic tank komunal dan dari septic tank komunal airnya limbah tadi jernih keluarnya karena diproses," jelas Demiz.

    Dia menilai gerakan Kotaku sangat penting karena derajat kesehatan masyarakat itu biasanya tercermin dari lingkungan. Kalau lingkungannya kumuh dan kotor itu berarti masyarakatnya tidak sehat, pasti banyak yang sakit. 

    Derajat kesehatan masyarakat ditentukan oleh lingkungannya sebesar 45%. Kalau lingkungannya kumuh, kotor pasti tingkat derajat kesehatannya rendah, termasuk rumah tidak layak huni. Selain itu, derajat kesehatan masyatakat dipengaruhi oleh 30% gaya hidup.

    "Sekarang ini banyak penyakit tidak menular, diabetes, hipertensi, jantung, stroke karena gaya hidup. Dari gaya hidup makanan atau gaya hidup kita, penyakit menular karena lingkungan. Kita yakini perilaku ini 30% dari gaya hidup seperti fast food, macam-macam makanan dari impor kebanyakan jadi kegemukan juga akhirnya diabetes, jantung, hipertensi dan stroke," papar Demiz.

    Dia menambahkan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat adalah sarana pelayanan kesehatan. Sedangkan, 5% pengaruhnya adalah penyakit turunan. Di Desa Malangsemirang ini juga dengan swadaya masyarakat 18 jutaan, pemerintah sekitar 200 juta terbangun dalam lingkungan yang cukup bagus. 

    "Mudah-mudahan kita semua bisa menjaga bagaimana merawat drainase, saluran air supaya kesehatan masyarakat tetap terjaga, jadi produktif," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus