Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Canangkan Tahun 2011 Gerakan Sadar Zakat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/membaca5.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mencanangkan tahun 2011 sebagai tahun Gerakan Sadar Zakat. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengakselerasi kesadaran masyarakat dalam membayar zakat. Terlebih pada tahun 2010 ini, Jawa Barat mendapatkan penghargaan Zakat Award dengan predikat Juara Umum karena berhasil menyabet 3 kategori terbaik dari 6 kategori penilaian. Dengan penghargaan tersebut, Jawa Barat dinilai sebagai Provinsi dengan pengelolaan zakat terbaik di Indonesia. Menurutnya prestasi tersebut menjadi amanah bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat.

    "Saya juga mendorong agar zakat dikelola dengan baik dan profesional. Apalagi zakat menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Zakat merupakan solusi bagi pemecahan masalah sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Apalagi 95 persen masyarakat Jawa Barat adalah pemeluk Islam," tegas Heryawan saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan International Zakat Conference (IZC) 2011 di IPB International Convention Center, Bogor, Selasa 19 Juli 2011. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Budiono yang hadir bersama Ibu Herawati Budiono didampingi Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie.

    Lebih lanjut Heryawan berharap agar even IZC mampu menghasilkan berbagai rumusan strategis terkait dengan pengelolaan zakat. Khususnya terkait dengan bagaimana zakat menghadirkan solusi pemecahan masalah sosial dan perekonomian masyarakat. Apalagi menurut Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Didin Hafidudhin menyatakan potensi zakat Indonesia cukup fantastis, yakni mencapai Rp 6000 triliun. "Semoga usai acara ini dapat memberikan kontribusi pemikiran dan konstruksi pemecahan masalah ketimpangan sosial di Indonesia, khususnya di Jawa Barat dengan jumlah penduduk miskin yang mencapai 11,27 persen," ujarnya.

    Pada sambutannya, Wakil Presiden Budiono memberikan saran agar konferensi ini menjadi ajang pertukaran indormasi dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan zakat di negaranya masing-masing. Hal yang utama adalah bagaimana peran zakat dapat ditingkatkan sebagai solusi pemecahan masalah. Zakat menurutnya selain untuk kebutuhan konsumtif juga dapat digunakan dalam urusan produksi. Selain itu perlu membahas bagaiman menggali potensi zakat yang berasal dari para profesional yang selama ini belum optimal. "Pemerintah sangat mendorong dan memfasilitasi upaya meningkatkan peran zakat. Hal itu ditunjukan dengan lahirnya Peraturan Pemerintah No.60 tahun 2010 tentang zakat," ujarnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus