Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    KSP Goes to Kampus

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27489.jpg

    BANDUNG - Kampus Universitas Padjadjaran menjadi kampus tujuan pertama dalam program “KSP Goes to Campus” di tahun 2018. Tahun sebelumnya, di UGM Yogyakarta juga digelar acara serupa, selain program Entrepreneurs Wanted! yang diselenggarakan di sekolah, pesantren, dan kampus di beberapa kota.

    Program ini merupakan upaya Kantor Staf Presiden (KSP) mendengar dan menampung masukan serta kritik-kritik terhadap capaian dan kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Setelah di Kota Bandung, kegiatan serupa juga akan berlangsung di Padang, Mataram, dan Makassar dalam pekan-pekan ke depan.

    Bertempat di Balai Sawala, Kampus Jatinangor, seminar dan kegiatan itu dihadiri lebih dari 400 mahasiswa tingkat sarjana dan pascasarjana di kampus tersebut. Selain itu, beberapa perwakilan Pemda dan Pemerintah Desa di wilayah Bandung dan sekitarnya juga ikut hadir dalam acara ini.

    Yanuar Nugroho, Ph.D, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan memaparkan sejumlah topik antara lain progress pelaksanaan Asian Games 2018 di mana Jawa Barat ikut menjadi tuan rumah untuk beberapa cabang olahraga, distribusi dan pengelolaan Dana Desa, pengelolaan bantuan sosial, dan program anti korupsi dan reformasi birokrasi.

    “Ini forum di kampus. Jadi Anda semua boleh menyampaikan masukan, memberikan kritik. Kami datang dari Jakarta jauh-jauh justru ingin mendengar dan menampung. KSP ingin mendengarkan suara-suara dari kampus supaya kinerja Pemerintah bisa ditingkatkan lebih baik,” ujarnya.

    Dalam paparannya, Yanuar menjelaskan capaian-capaian yang telah dikerjakan oleh Pemerintah, mulai dari pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial, menekan ketimpangan antar wilayah, serta penciptaan stabilitas keamanan dan pemajuan kebudayaan. Empat aspek ini relevan untuk diketahui publik akademik di Bandung dan Jawa Barat pada umumnya.

    Yanuar Nugroho menambahkan, Pemerintah saat ini memiliki komitmen serius untuk mengatasi kesenjangan atau ketimpangan ekonomi.

    “Dari awal pemerintahan, indeks Rasio Gini kita berada pada angka 0,41. Hingga tahun ketiga ini, Pemerintah terus berjuang untuk menurunkan angka ketimpangan sehingga angkanya dapat diturunkan menjadi 0,393. Salah satu cara untuk mengatasi ketimpangan ekonomi bukanlah dengan pendekatan kesetaraan. Dulu orang kaya dan orang miskin sama-sama menikmati subsidi. Sekarang, orang miskin mendapatkan subsidi yang lebih besar, melalui serangkaian kebijakan yang berpihak kepada mereka. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus