Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dunia Bergantung Pada Pasokan Vaksin dari Indonesia

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27650.jpg

    BANDUNG - Permintaan pasar dunia terhadap kebutuhan vaksin terus mengalami peningkatan. Rata-rata permintaan vaksin dunia naik sebesar 15 persen pertahunnya. Peningkatan kebutuhan vaksin ini tentunya harus diimbangi dengan pasokan. Masalahnya hanya beberapa Negara di dunia yang mampu memproduksi vaksin dan memenuhi kualifikasi WHO.

    Salah satunya adalah PT Bio Farma, BUMN satu-satunya yang memproduksi vaksin di Indonesia bahkan di Asia. Ketiadaan teknologi pembuatan vaksin menjadi kendala pengembangan vaksin, agar seiring dengan kebutuhan dunia.

    Meski sudah mandiri bahkan mampu memasok kebutuhan vaksin dunia, Bio Farma sadar jika ternyata kebutuhan vaksin semakin besar dan tidak bisa ditangani sendiri. Khususnya bagi Negara-negara berkembang di dunia, kebutuhan vaksin masih sangat bergantung pada Bio Farma.

    Untuk itulah Bio Farma terus menginisiasi  kerjasama dengan Negara berkembang di dunia dan membentuk Developing Countries Vaccine Manufacture Network (DCVMN). Bukan hanya memasok vaksin untuk Negara anggota tetapi juga melakukan alih teknologi.

    Direktur Utama Bio Farma M Rahman Rustan mengatakan kebutuhan vaksin semakin diperlukan mengingat terus bertambahnya penduduk dunia dan juga terus munculnya jenis-jenis penyakit baru. Bio Farma sebagai salh satu produsen vaksin dunia memiliki tanggungjawab untuk mengatasi masalah itu.

    “kami pasok bukan hanya berbentuk vaksin jadi juga bahan baku atau bulk,” ujarnya belum lama ini.

    Ekspor bulk dimaksudkan agar Negara lainnya juga mampu membuat vaksin tanpa harus melakukan penelitian dan riset yang sangat panjang. Selain kerjasama suplai vaksin, Bio Farma juga ingin menjajajaki potensi kerjasama riset ataupun kerjasama produksi yang bisa disinergikan dengan negara-negara sahabat. 

    “Kami kirimkan tenaga ahli ke negara tersebut, mengajari bagaimana membuat vaksin dari bahan baku yang sudah ada,” ujarnya.

    Hingga saat ini Vaksin Bio Farma sudah tersebar lebih dari 130 negara di dunia. Bahkan Bio Farma telah mampu memasok 70 persen kebutuhan vaksin dunia. Pasokan dilakukan baik melalui PBB dalam hal ini UNICEF, namun juga melalui hubungan bilateral.

    Kini, menurutnya, diperlukan kerjasama yang erat antara negara berkembang agar pasokan vaksin bisa dilakukan secara langsung tanpa melalui jalur UNICEF, sehingga bisa memangkas waktu dan biaya.

    "Jika sebelumnya kami bekerjasama melalui jalur UNICEF. Selanjutnya, kami berharap ada kemudahkan akses kerjasama bilateral karena adanya bantuan dari para Duta Besar RI,"jelas Rahman sata bertemu dengan sejumlah duta besar di Bandung, belum lama ini.

    Duta besar Republik Indonesia diantaranya Octavino Alimudin, Dubes RI untuk Iran dan Turkmenistan mewakili Regional Timur Tengah mengatakan dapat menerima informasi langsung mengenai upaya yang sudah dilakukan Bio Farma dalam membantu distribusi vaksin untuk kebutuhan nasional dan internasional.

    Dia menilai posisi Indonesia sebagai produsen vaksin dan serum memang sangat diakui oleh dunia, bahkan menjadi potensi pasar baru bagi Indonesia melalui Bio Farma.

    "Ini sangat bisa membantu kami untuk bisa menjalin kembali serta merintis segala hal yang tentunya akan menguntungkan bagi kedua belah pihak,"tutur Octavino
     
    Dia menambahkan ke depannya akan dilakukan kerjasama formal, baik dalam bentuk MoU atau kontrak lainnya, atau ada yang ingin diperoleh dari Negara masing-masing kawasan. Selain itu, Dubes RI tersebut akan mencari potensi apa yang bisa dijajaki dari negara tersebut.

    Sedangkat terkait ekspor impor sesuai arahan Presiden RI, Indonesia tidak hanya menerima tapi sudah saatnya memberikan bantuan. 

    "Segala hal yang bersifat politik tentunya harus kita jabarkan dalam bentuk kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan”pungkas Octaino. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus