Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Polda Jabar dan Tokoh Masyarakat Deklarasi Anti Hoax

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27915.jpg

    BANDUNG–Jajaran kepolisian Polda Jawa Barat bersama seluruh elemen masyarakat Jawa Barat mendeklarasikan Anti Hoax pada acara coffee morning kamtibmas yang dilaksanakan di Aula Muryono Mapolda Jabar, Selasa (13/3).

    Kegiatan ini bertujuan menjalin silaturahmi, membangun kemitraan dan meningkatkan sinergi, serta sebagai sarana sharing informasi yang sekiranya sangat bermanfaat terkait dengan situasi kamtibmas di Jawa Barat.

    Kegiatan antara lain dihadiri oleh Pangdam III Siliwangi, Ketua KPUD Jabar, Ketua Bawaslu Jabar, Ketua MUI Jawa Barat, Pejabat Utama Polda Jabar, Kapolrestabes Bandung Dan Kapolres/Ta Jajaran Polda Jabar, Ketua FUUI Jabar, Ketua FKUB Jabar, dan juga elemen masyarakat Jabar. 

    Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto menyampaikan, keberadaan para tokoh agama memiliki pengaruh, disegani dan dihormati di lingkungan masyarakat sebagai panutan. Hal ini dikarenakan mereka mampu memberikan pandangan/pendapat dan solusi, serta mampu merekatkan atau mendamaikan hubungan antar sesama masyarakat melalui pesan-pesan kamtibmas yang mudah diterima dan dirasakan oleh masyarakat dengan menggunakan pendekatan sosio kultural religius yang sentuhan hati nurani yang bernuansa agamis.

    Selain itu tokoh agama mempunyai tugas yang sangat penting dan mulia dalam menyebarkan dan mengajak kebaikan serta mencegah atau menghilangkan hal-hal negatif di masyarakat. Seperti di dalam frasa bahasa arab sering kita dengar, amar ma’ruf nahi munkar. Begitu halnya dengan peranan media dalam menyampaikan berita atau informasi yag benar kepada masyarakat sehingga terwujud situasi yang damai dan kondusif.

    “Termasuk saya sendiri bersama Pangdam III/ siliwangi selaku aparatur negara juga mempunyai kewajiban yang sama dalam memelihara kamtibmas,” ungkap Kapolda Jabar.

    Kompleksitas tantangan tugas yang dihadapi oleh Polri saat ini tidak dapat dipisahkan dari 2 fenomena besar yang terjadi dalam kehidupan manusia, yaitu demokratisasi dan globalisasi. Demokratisasi yang melanda dunia telah memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap orang untuk terlibat aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Realitas ini membawa dampak terhadap keberadaan hak berpolitik kebebasan menyampaikan pendapat serta tuntutan akan HAM dan supermasi hukum. Pada waktu yang bersamaan globalisasi yang terjadi juga telah membuat dunia menjadi tanpa batas dan menghasilkan perubahan besar dalam semua aspek kehidupan manusia.

    Pada aspek keamanan kedua fenomena tersebut telah memunculkan beberapa implikasi negatif di masyarakat. Seperti munculnya ragam kejahatan berdimensi baru, yaitu nilai nilai primodial yang berlatar belakang kesukuan maupun keagamaan serta pemanfaatan negatif dari media sosial maupun media online untuk penyebaran ujaran kebencian ataupun hoax yang meresahkan masyarakat. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus