Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Persoalan Distribusi Pangan Salah Satu Penyebab Inflasi Jabar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28037.jpg
    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (Jabar) Doni P Joewono mengatakan banyak faktor pendorong inflasi atau penyebab mahalnya harga pangan, dimana salah satunya adalah mahalnya biaya distribusi.

    BANDUNG – Inflasi bulanan dari Januari hingga Maret di Jabar tergolong tinggi, mencapai sekitar 1,5 %. Padahal target inflasi tahun 2018 sekitar 4-5%. Salah satu pendorong inflasi adalah mahalnya harga pangan, sebagai akibat distribusi atau sistim logistik yang panjang.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (Jabar) Doni P Joewono mengatakan banyak faktor pendorong inflasi atau penyebab mahalnya harga pangan, dimana salah satunya adalah mahalnya biaya distribusi.

    “Jika distribusi lebih singkat maka harga pangan juga akan lebih murah. Konsumen bisa menikmati hrga murah, tapi disisi lain petani harga jualnya lebih baik karena tidak memakai tengkulak,” jelasnya dalam seminar Model Bisnis Logistik Pangan Berbasis Teknologi Digital di Kantor BI Jabar Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu (12/4).

    Ia mengatakan sistem distribusi bisa dipotong lebih pendek dengan memanfaatkan teknologi, atau membuat aplikasi digital khusus untuk petani. Menurutnya hal ini bisa dilakukan bersama–sama antara penemu aplikasi dengan Kementerian Kominfo dan Kementerian Pertanian.

    Ia juga mengatakan pengendalian inflasi di beberapa kota di Jabar harus lebih ditingkatkan meski tidak memiliki kantor perwakilan Bank Indonesia. Ia mengakui kota yang cenderung mengalami inflasi tinggi berada di perbatasan dengan Jakarta.

    “Kawasan perbatasan dengan Jakarta inflasinya lebih tinggi, harga barang memang lebih mahal disisi lain kemungkinan lebih banyak barang yang masuk ke Jakarta sehingga terkadang pasokannya kurang. Misalnya di Bekasi,” jelasnya.

    Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo Slamet Santoso menambahkan Kementerian Kominfo memiliki sejumlah program untuk membantu kementerian Pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani melalui pemanfaatan digital teknologi.

    “Ada tujuh sektor strategis yang kita garap, salah satunya pertanian. Kita akan membuat konektifitas antara kominfo dengan kementan, untuk membantu distribusi pangan langsung dari petani ke konsumen atau masyarakat,” katanya.

    Menurutnya, dengan pemanfaatan teknologi, jalur distribusi pangan bisa dipotong sehingga lebih singkat yang berdampak pada murahnya harga pangan ditingkat konsumen. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus