Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pelajar Juga harus Siap Siaga Bencana

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28147.jpg

    KAB. SUKABUMI - Cuaca anomali di Jawa Barat semakin sukar di prediksi dan dampak destruktifnya pun sulit di perkirakan, terutama Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kebahayaan tinggi akan terjadinya bencana alam mulai dari tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi dan banjir setiap tahunnya.

    Demikian dikatakan Asisten Sekda Bidang Administrasi Drs. H.R. Uang Burhanudin, MM. saat menghadiri acara Gerakan Pengurangan Resiko Bencana dan Simulasi Kesiapsiagaan Sekolah /Madrasah Aman Bencana, yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (28/4), bertempat di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Falah, jl. Raya Cibodas, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

    "Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kabupaten Sukabumi di bentuk dalam rangka melakukan respon cepat manakala terjadi bencana dan yang lebih penting kita harapkan dapat melaksanakan upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menyikapi dan mengahadapi bencana," tambahnya.

    Sementara itu, Robi Amri,  Kepala Bidang Mitigasi BNPB, menyampaikan laporan bahwa selama 4 hari sejak tanggal 25-28 April 2018 telah dilakukan pelatihan Penerapan Sekolah Madrasah Aman Bencana kepada siswa-siswi dan guru dari MI Miftahul Falah dan SD Sriwijaya yang diikuti sebanyak 60 orang.

    "Mereka diajarkan bagaimana menyusun kajian resiko bencana, menyusun rencana aksi sekolah, penilaian mandiri, menyusun protap kedaruratan sekolah, membuat peta jalur evakuasi sekolah, memasang rambu evakuasi, titik kumpul dan media publikasi PRB sekolah," terangnya.

    Gerakan Pengurangan Risiko Bencana(PRB) dan Simulasi Kesiapsiagaan Sekolah Madrasah Aman dari Bencana ini merupakan kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Dalam acara tersebut dilakukan penyerahan sertifikat pelatihan sekaligus pengukuhan tim siaga bencana untuk MI Miftahul Falah dan SD Sriwijaya serta penanaman 500 bibit pohon Ketapang di pantai Citepus.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus