Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BPS Jabar Mencatat Tamu Hotel dan Turis ke Jabar Alami Penurunan

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita

    BANDUNG–Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Jawa Barat pada Mei 2018 mencapai 45,18 persen, turun 6,62 poin dibandingkan TPK April 2018 yang mencapai 51,80 persen. Baik TPK hotel bintang maupun non bintang mengalami penurunan.
     
    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dody Herlando menyebutkan TPK hotel bintang pada Mei 2018 sebesar 48,38 persen, turun 7,80 poin dibandingkan TPK April 2018 yang mencapai 56,18 persen. TPK tertinggi tercatat pada hotel bintang 2 sebesar 59,80 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada pada hotel bintang 1 sebesar 31,17 persen.

    TPK hotel non bintang pada Mei 2018 sebesar 29,74 persen, turun 0,21 poin dibandingkan April 2018 yang tercatat 29,95 persen. TPK tertinggi untuk hotel non bintang terjadi pada hotel dengan kelompok kamar dibawah 10 sebesar 38,78 persen. Sedangkan TPK hotel non bintang yang terendah sebesar 26,47 persen terjadi pada hotel dengan kelompok kamar diatas 40 ruang.

    Sementara itu rata-rata lama tamu menginap Mei 2018 di hotel bintang selama 1,82 hari dan di hotel non bintang selama 1,32 hari. Tamu asing  menginap di hotel bintang rata-rata selama 3,95 hari dan di hotel non bintang selama 1,25 hari, sedangkan tamu asal Indonesia menginap rata-rata selama 1,72 hari di hotel bintang dan 1,33 hari di hotel non bintang.

    BPS Jabar juga menyebutkan Kedatangan tamu mancanegara melalui Bandara Husein  Sastranegara pada April 2018 sebanyak 10.316 orang, mengalami penurunan 26,73 persen dibanding April 2018 yang tercatat 14.080 orang. Wisman yang datang melalui Pelabuhan Muarajati Cirebon seluruhnya adalah para crew kapal sebanyak 118 orang, naik 38,82  persen dibanding April 2018 yang tercatat sebanyak 85 orang. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus