Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BI: Penjualan Eceran Naik, Terdorong Moment Lebaran

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28791.JPG

    BANDUNG-Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) pada Mei 2018 menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat lebih rendah dari bulan sebelumnya dari sebesar 235,9 menjadi 234,6 pada Mei 2018. Penurunan IPR terutama dipicu faktor persaingan dengan produk lain yang sejenis.

    Sementara itu, kinerja penjualan eceran di Kota Bandung pada Mei 2018 tumbuh sebesar -26,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan lalu yang sebesar -23,2% (yoy). Mayoritas kinerja tahunan dari penjualan eceran kelompok barang mengalami pertumbuhan negatif.

    Deputy Kepala BI Jabar Ismed Inon menyebutkan pertumbuhan terendah dari kinerja penjualan eceran terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (-33,5% yoy); Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (-21,1% yoy); Kelompok Peralatan Rumah Tangga Lainnya (-17,0% yoy); Kelompok Sandang (-15,6% yoy); Kelompok Barang Lainnya (-12,7% yoy); serta Kelompok Bahan Bakar Kendaraan (-4,8% yoy).

    Sementara itu hanya Kelompok Suku Cadang dan Aksesori; serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi yang mengalami pertumbuhan positif, yaitu masing-masing sebesar 2,0% (yoy) dan 0,7% (yoy).

    Kinerja penjualan eceran diprediksi meningkat pada Juni 2018 didorong tingginya permintaan di tengah libur lebaran yang cukup panjang, ditunjukkan oleh angka perkiraan IPR yang meningkat dan berada pada level 234,7. Kondisi ini sejalan dengan indikator penghasilan yang tercermin dari Indeks

    Penghasilan saat ini pada hasil Survei Konsumen Jawa Barat bulan Juni 2018, meningkat dari 119,2 menjadi 122,9 pada Juni 2018. Secara tahunan, kinerja penjualan eceran diprediksi mengalami pertumbuhan sebesar -26,9% (yoy).

    Hal tersebut dikarenakan IPR mayoritas kelompok barang diprediksi meningkat tetapi memiliki pertumbuhan tahunan yang negatif, antara lain Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (-32,5% yoy); Kelompok Sandang (-30,4% yoy); Kelompok Peralatan dan Komunikasi (-24,2% yoy); Kelompok Barang Lainnya (-24,1% yoy); Kelompok Peralatan Rumah Tangga Lainnya (-19,6% yoy); Kelompok Bahan Bakar Kendaraan (-6,3% yoy); Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (-4,2% yoy); serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (-2,1% yoy). jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus