Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BI dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Gelar OP Telur dan daging

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29004.jpg

    BANDUNG - Akhir-akhir ini, harga kebutuhan bahan makanan pokok terutama komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras pasca Idul Fitri 1439 H di Jawa Barat cenderung mengalami peningkatan. 

    Berdasarkan pemantauan harga di Portal Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat bersumber dari 7 (tujuh) Kota penghitung inflasi Jawa Barat yaitu Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya dan Kota Cirebon, kedua komoditas tersebut terpantau merangkak naik sejak bulan Juni 2018. 

    Fenomena ini tentunya berbeda dengan pola historis pergerakan harga 5 (lima) tahun terakhir yang biasanya mengalami normalisasi harga pasca Idul Fitri. Terdapat beberapa faktor anomali yang menyebabkan terbatasnya pasokan kedua komoditas dimaksud. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu: faktor cuaca ekstrim yang mempengaruhi produktivitas para peternak ayam pembatasan pembibitan. 

    Di sisi lain, terdapat egg drop syndrome atau penyakit ayam dimana ayam yang diternak tidak mati namun tidak menghasilkan telur. Berbagai kendala ini diharapkan dapat segera diatasi pemerintah. Penyakit yang menyerang ayam ternak peningkatan harga pakan ayam seiring volatilitas nilai tukar rupiah. Pemotongan ayam petelur untuk memenuhi permintaan pada saat Idul Fitri.

    Menurut data yang diperoleh, andil inflasi komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras di Jawa Barat dalam 5 (lima) tahun terakhir masing-masing sebesar 0,064% (yoy) dan 0,066% (yoy) serta dengan bobot sebesar 1,38% (daging ayam ras) dan 0,77% (telur ayam ras) dari sekitar 800 komoditas yang disurvei oleh BPS. Artinya andil inflasi dan bobot kedua komoditas tersebut cukup tinggi dan berdampak cukup signifikan terhadap daya beli masyarakat.

    Melihat fenomena tersebut, TPID Provinsi Jawa Barat yang pada tanggal 20 Juli 2018 telah melakukan rapat koordinasi yang salah satunya membahas mengenai fenomena kenaikan harga komoditas tersebut, berinisiatif untuk melakukan stabilitasasi harga melalui program Bazar Murah. Kegiatan program bazar murah akan dilaksanakan secara serentak di 7 (tujuh) Kota penghitung inflasi yang ditentukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan bersinergi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Bulog Divre Jawa Barat dan Bank Jawa Barat Banten. 

    Khusus Kota Bandung, kegiatan bazar murah dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2018 bertempat di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Jl. Arjuna, No 45 dan di Pasar Ujung Berung pada tanggal 24 Juli 2018. Namun demikian, Pemerintah juga menghimbau kepada para pelaku bisnis (pedagang dan distributor) untuk ikut andil dalam melakukan stabilisasi harga sehingga dampaknya akan semakin masif demi kebaikan bersama.

    " Kota Bandung dilakukan dua hari yakni di Jalan Arjuna dan Pasar Ujung Berung, " Ujar Eli Wasliah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Senin (23/7). (Jo)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus