Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Workshop Peningkatan Profesionalisme SDM Penyiaran

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29140.JPG

    MAJALENGKA-Diskominfo Jawa Barat memberikan Workshop Peningkatan Profesionalisme SDM Penyiaran, Rabu (25/07). Workshop tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Jawa Barat Hening Widiatmoko. 

    Perkembangan radio dan media cetak kini sudah semakin mudah, hal tersebut dikarenakan perubahan teknologi yang semakin canggih. “Kita menghadapi sebuah era ‘kecerdasan buatan’ dan pergeseran dari fully human menjadi less human,” ujar Hening dalam pembukaannya. Seiring perkembangan zaman, akan semakin banyak teknologi yang tergeser dan menghadapi lompatan teknologi yang harus diaplikasikan.

    “Radio RAPD zaman dahulu dengan sekarang sudah berubah. Kalau tidak mengikuti perkembangan, maka siarannya tidak jernih karena pemancarnya tidak digital atau siaran untuk microphone dan semua peralatan sound-nya juga tidak digital,” jelasnya. Diskominfo Jawa Barat siap untuk mewadahi jika ada slot yang diminta tetapi berbasis domain. Sementara itu, Diskominfo Jawa Barat terhadap kaitan tugas dengan KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) dapat melakukan asosiasi dengan KPID, karena Diskominfo Jawa Barat bekerja sama dengan KPID.

    Kepala Dinas Jawa Barat, Hening Widiatmoko membandingkan ketika perjalanannya di Surabaya. “Saya mendengarkan Suara Surabaya, dia siaran selama 24 jam. Suara Surabaya Citizen Journalist sudah berjalan dan laporan masyarakat tentang lalu lintas sangat didengar dan dipantau oleh semua pengendara, semua warga Surabaya,” ujar Hening. Diskominfo Jawa Barat berencana untuk menerapkan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) dan mengadopsi yang baik untuk berjaringan pada jam tertentu. 

    “Ini sesuatu yang terlihat sederhana, tetapi ketika berubah menjadi berjaringan, maka seluruh Jawa Barat akan mendengar,” ucap Hening dalam Workshop Peningkatan Profesionalisme SDM Penyiaran. Hal tersebut dapat membuat warga Jawa Barat ada di slot yang bisa bersama-sama sindikasi radio LPPL Jawa Barat untuk bertukar kabar dari masing-masing daerah. Sementara ini, sudah ditinjau ada 18 hingga 19 daerah yang sudah memiliki radio LPPL dari 27 Kabupaten dan kota. Radio LPPL harus diangkat dan dicari solusinya bersama, selain memperbaiki produksi, kualitas SDM untuk produksi pun harus diperbaharui.

    Dalam workshop yang diselenggarakan oleh Diskominfo Jawa Barat, Kepala Dinas Kominfo Jawa Barat membahas mengenai kendala yang dialami oleh LPPL. Namun, hal yang terpenting dibahas pada workshop adalah kontennya. Selain itu, Workshop Peningkatan Profesionalisme SDM Penyiaran memutarkan video yang mengajak generasi muda untuk mendengarkan radio karena generasi muda sekarang sudah terlalu akrab dengan gadget.

    “Saya yakin ini hal yang luar biasa harus dilakukan untuk bisa menjadi pendengar usia muda. Di LPPL kita akan bantu mereka, kami tidak hanya radio yang stasioner tapi kita juga radio mobile yang bisa di-streaming,” ujarnya.

    Hening Widiatmoko menegaskan untuk mengajak generasi muda segmen baru untuk mendengar radio walaupun tidak menggunakan radio analog. Sehingga LPPL bisa bekerjasama dan menjadi unit yang tidak kesulitan untuk mendanai APBD pada saatnya.

    Hening berharap, pertemuan workshop tersebut memiliki makna dan jika memungkinkan Diskominfo Jawa Barat akan membuat KPID dalam hal isi regulasi. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus