Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ekonomi Jabar Masih Tumbuh

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29259.JPG

    BANDUNG–Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar menyebutkan perekonomian Jabar pada triwulan II-2018 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 488,84 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 355,66 triliun.

    Kepala BPS Jabar Doddy Herlando menyebutkan Ekonomi Jabar triwulan II-2018 terhadap triwulan II-2017 tumbuh 5,65 persen (y-on-y) meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2017 yang tumbuh sebesar 5,35 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 16,38 persen.

    “Sementara dari sisi Pengeluaran pertumbuhan tertinggi di Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 19,18 persen,” jelasnya.

    Ekonomi Jawa Barat triwulan II-2018 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 3,74 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 11,78 persen. Adapun petumbuhan tertinggi dari sisi Pengeluaran disebabkan pertumbuhan komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintahan sebesar 19,46 persen.

    Ekonomi Jawa Barat semester I-2018 (c-to-c) tumbuh 5,80 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar 10,83 persen. Sementara dari sisi pengeluaran terutama didorong oleh Komponen PK-LNPRT yang tumbuh sebesar 16,92 persen.

    Sumber laju pertumbuhan (Source of Growth, SOG) secara (y-o-y) dari sisi lapangan usaha yang memberikan andil pertumbuhan terbesar adalah Lapangan Usaha Industri Pengolahan yaitu sebesar 2,81 persen. Dari sisi pengeluaran, andil positif terbesar terhadap pertumbuhan adalah komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar 3,15 persen. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus