Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan Sabu Senilai Rp. 1,7 Miliar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29417.jpg

    BANDUNG - Bea Cukai Bandung berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis methamphetamine atau sabu seberat 850 gram senilai Rp. 1,7 miliar melalui jalur udara via Bandara Husein Sastranagara Bandung, Minggu 5 Agustus 2018.

    Kepala Kantor Wilayah Direktorat Bea dan Cukai Jawa Barat Saifullah Nasution mengatakan barang haram itu diselundupkan oleh pelaku berinisial TNDN (52), warga negara Vietnam yang menumpang Silk Air yang baru tiba dari Singapura.

    Petugas melihat gerak-gerik mencurigakan dari pelaku dengan ciri-ciri, perempuan berkulit sawo matang, berambut hitam pendek, dan berperawakan besar. Maka itu, dilakukan pemeriksaan badan oleh petugas, dan ditemukan butiran kristal bening yang diindikasikan methamphetamine atau sabu, tersembunyi dalam pembalut wanita. 

    "Petugas menemukan methamphetamine atau sabu seberat 850 gram dari yang bersangkutan," katanya kepada wartawan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung, Rabu (15/8/2018).

    Saifullah mengaku pihaknya sempat kesulitan dalam mendalami kasus ini, karena tersangka tidak bisa berbahasa Inggris, apalagi Indonesia. Kemudian, Bea dan Cukai menyerahkan barang bukti dan pelaku kepada Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

    "Jadi, komunikasi dengan yang bersangkutan hanya menggunakan gestur, karena tersangka tidak bisa berbahasa Inggris," ungkapnya.   

    Akibat aksinya tersebut, tersangka dijerat Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, dan Pasal 113 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

    "Pelaku juga terancam hukuman seumur hidup, bahkan hukuman mati," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus