Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Quick Response Solusi Darurat Masalah Kemanusiaan di Jabar

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_29922.jpg

    BANDUNG-Sebagai bagian dari program 100 hari dan juga untuk memperbaiki tata cara negara menolong warganya, Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil melakukan launching program Jabar Quick Response di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (18/9).

    "Hari ini kita launching Jabar Quick Response supaya bisa menolong warga Jawa Barat yang sedang emergency. Kata kuncinya emergency," ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil.

    Emil mengungkapkan bahwa masyarakat dapat melaporkan dirinya sendiri, tetangga, saudara, atau warga masyarakat siapapun yang sedang dalam keadaan emergency melalui Jabar Quick Response, maka bantuan akan datang dalam waktu yang singkat, tanpa perlu menunggu lama.

    "Contoh kecil, bila ada yang tidak bisa makan, nanti kita kirim beras secepatnya, ada rumah yang runtuh, kita bangun secepatnya, masalah kesehatan, tidak bisa bayar dokter atau rumah sakit, nanti kita bantu, masalah pendidikan, seperti anak yatim yang tidak bisa bayar, apapun masalahnya nanti kita bantu," ungkapnya.

    Masyarakat Jawa Barat dapat menghubungi Jabar Quick Response melalui beberapa cara, bisa melalui hotline 08111-35-7777 dan sms ke 1708 (LAPOR). Selain itu bisa juga melalui media sosial dengan alamat Instagram (@jabarquickresponse), Twitter (JabarQR), dan juga Facebook (Jabar Quick Response).

    Jabar Quick Response ini dikelola oleh gabungan koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan para relawan aktivis sosial kemanusiaan. Pendanaan program ini juga akan menggunakan dana pemerintah dan juga kerja sama dengan pihak di luar pemerintah.

    "Untuk sumber pendanaan sendiri bisa dari mana saja, jika berkaitan dengan program pemerintah maka dana bisa dari Pemerintah, namun bila tidak dan berhubungan dengan kemanusiaan, dana bisa dari hasil zakat, infaq, maupun sodaqoh, dan nantinya juga akan dikelola secara profesional," pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus