Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Kembali Deflasi

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30125.JPG

    BANDUNG - Setelah pada bulan Agustus lalu Jawa Barat mengalami deflasi, bulan September 2018 deflasi kembali terjadi.

    Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan Indeks Harga Gabungan (IHKG) Jawa Barat yang meliputi 7 kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya mengalami penurunan indeks. IHK dari 132,20 di Agustus 2018 menjadi 131,96 di September 2018. Dari kondisi tersebut maka terjadi deflasi sebesar 0,18 persen.

    Kepala BPS Jawa Barat Doddy Herlando menyebutkan deflasi semakin besar terjadi pada September dimana pada bulan Agustus lalu nilai deflasi di Jabar hanya sebesar 0,01 persen saja.

    Sementara laju inflasi tahun kalender “year to date” (Januari – September 2018) sebesar 2,39 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (September 2018 terhadap September 2017) tercatat sebesar 3,17 persen.

    “Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,83 persen, terbesar,” ujarnya Senin (1/10).

    Sementara yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,32 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,15 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,38 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,30 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,56 persen, dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Keuangan sebesar 0,19 persen.

    Dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat September 2018, seluruhnya mengalami deflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0,26 persen, Kota Sukabumi sebesar 0,30 persen, Kota Bandung sebesar 0,24 persen, Kota Cirebon sebesar 0,27 persen, Kota Bekasi sebesar 0,07 persen, Kota Depok sebesar 0,14 persen, dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,27 persen.

    Sementara itu BPS Jabar menginformasikan di daerah Perdesaan Jawa Barat Konsumsi Rumah Tangga pada September 2018 terjadi deflasi sebesar 0,70 persen. Semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi, kecuali Bahan Makanan. Inflasi tertinggi terjadi pada Kelompok Perumahan sebesar 0,34. Kemudian, Kelompok Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,25 persen; Kelompok Sandang dengan inflasi sebesar 0,17 persen; Kelompok Kesehatan dengan inflasi sebesar 0,13 persen; Kelompok Transportasi dan Komunikasi dengan inflasi sebesar 0,05 persen; Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga dengan inflasi 0,03 persen. (jo)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus