Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dorong Santri Jadi Enterpreneur, Wagub Jabar Gulirkan Trend Mark

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30202.jpg

    KAB GARUT-Lulusan Pondok Pesantren (Ponpes) selama ini dinilai masih minim terjun ke dunia wirausaha. Untuk itu, ke depan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggulirkan program trend mark. 

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan program Trend Mark artinya di setiap Ponpes memiliki satu mini market sehingga membantu perekonomian ponpes itu khususnya kehidupan para santri. Selain itu, dengan adanya program Trend Mark maka setiap Ponpes diharapkan menghasilkan satu produk seperti pertanian maupun industri kreatif lainnya sehingga bisa dijual di pasaran.

    "Kami memiliki program trend mark yaitu dalam pesantren didirikan satu minimarket, sehingga setiap Ponpes mampu menghasilkan satu produk, baik pertanian, industri, maupun kerajianan industri kreatif lainnya," katanya kepada wartawan di Ponpes Qurota Ayun, Samarang, Kabupaten Garut, Sabtu (6/10/2018).

    Wagub Uu mengungkapkan pada umumnya para santri tidak memiliki penghasilan karena kekurangan ilmu muamalah (ekonomi). Mereka rerata hanya difokuskan mempelajari ilmu keagamaan (ukhrowi), sedangkan ilmu duniawinya ditinggalkan.

    Oleh karena itu, Wagub Jabar yang juga memiliki latar belakang dari kalangan pesantren memberikan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan Ponpes, khususnya kehidupan para santrinya sehingga tidak tertinggal dalam bidang keduniawian.

    "Bukan berarti jelek, tapi kenapa tidak berbagai keilmuan, termasuk ekonomi, diberikan juga bagi para santri. Maka, kami dari pihak pemerintah yang berasal dari lingkungam pesantren berpikir tentang kesejahteraan pesantren dengan adanya berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan para santri," jelasnya.

    Uu juga mengimbau agar Ponpes jangan hanya dimanfaatkan oleh segelintir politisi selama masa kampanye. Adanya, program Trend Mark ini berdampak pada kemandirian para santri sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan dari pihak lain.

    "Jangan sampai pondok pesantren hanya dimanfaatkan oleh para politisi di saat mereka kampanye dengan memberikan bantuan seadanya tapi setelah menjadi pejabat mereka meninggalkan pesantren," tegasnya.

    Dia berharap selain melahirkan pengusaha-pengusaha baru, lulusan Ponpes juga mampu menghasilkan politisi tangguh yang akan memiliki kebijakan memajukan para santri mapun pesantren. 

    "Saya berharap dari berbagai pesantren, khususnya di Jabar, lahir muammalah yang tangguh," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus