Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Permintaan konsumen turun, penjualan eceran minus 10,1 %

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita

    BANDUNG-Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat pada Agustus 2018 menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 263,1 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 263,6. 

    Penurunan IPR terutama disebabkan turunnya omset penjualan perusahaan akibat penurunan permintaan konsumen terhadap produk yang dijual. 

    Sementara itu, kinerja penjualan eceran di Kota Bandung pada Agustus 2018 tumbuh sebesar -10,1% (yoy), membaik dari pertumbuhan bulan lalu sebesar -12,8% (yoy). Kondisi tersebut dikarenakan mayoritas kinerja tahunan penjualan eceran mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. 

    Adapun pertumbuhan tertinggi dari kinerja tahunan penjualan eceran terjadi pada Kelompok Sandang (8,4% yoy); diikuti Kelompok Peralatan Rumah Tangga Lainnya (6,4% yoy); Kelompok Barang Lainnya (5,5% yoy); Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (4,2% yoy); Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (2,0% yoy); Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (1,5 yoy); Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (-1,9% yoy); serta Kelompok Bahan Bakar Kendaraan (-11,5% yoy).

    Kinerja penjualan eceran diprediksi menurun pada September 2018 dikarenakan turunnya daya beli masyarakat di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, khususnya untuk Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Kelompok Sandang. 

    Hal tersebut terindikasi dari perkiraan IPR yang menurun berada pada level 248,2 dengan pertumbuhan tahunan sebesar -14,9% (yoy). Adapun IPR mayoritas kelompok barang diprediksi menurun dengan pertumbuhan tahunan yang negatif, antara lain Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (-35,2% yoy); Kelompok Bahan Bakar Kendaraan (-18,6% yoy); Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (-17,5% yoy); Kelompok Sandang (-12,6% yoy); Kelompok Peralatan Rumah Tangga Lainnya (-9,7% yoy); Kelompok Barang Lainnya (-6,0% yoy); serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (-4,5% yoy). 

    "Sementara itu hanya Kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang mengalami pertumbuhan positif, yaitu sebesar 7,0% (yoy)," ujar Deputy Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Sukarelawan Permana. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus