Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    RS UKM Diresmikan, Indeks Kesehatan Diharapkan Menguat

    http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_30367.jpg

    KABBANDUNG-Indeks kesehatan merupakan penyumbang poin tertinggi bagi peningkatan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) di Kabupaten Bandung. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., M.Ip saat meresmikan Rumah Sakit Unggul Karsa Media (RS UKM) di Taman Kopo Indah III Kecamatan Margaasih, Kamis (18/10/2018).

    “Peningkatan IPM Kabupaten Bandung merupakan kontribusi dari tiga indikator makro, yaitu indeks pendidikan 63,94 poin, indeks kesehatan 81,74 poin dan indeks pengeluaran sebesar 69,29. Dengan adanya RS UKM ini, diharapkan indeks kesehatan Kabupaten Bandung semakin menguat,” ungkap Bupati didampingi Direktur RS UKM dr. Koko Sudjadi R.M., SH., M.H.Kes.

    Bupati berpendapat, jika indeks kesehatan menguat maka angka harapan hidup (AHH) di Kabupaten Bandung akan ikut meningkat. “Pada tahun 2017 AHH Kabupaten Bandung mencapai 73,13 angka ini meningkat 0,3 point dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 73,10. Artinya perkiraan lama hidup rata-rata penduduk Kabupaten Bandung tidak berubah, masih kisaran 72 – 73 tahun,” imbuhnya.

    Keberadaan rumah sakit, lanjut Dadang, sangat penting disetiap daerah. Dengan adanya rumah sakit, pelayanan kesehatan dalam bentuk perawatan, pemeriksaan, pengobatan, tindak medis, non medis dan tindak diagnosis dapat dilakukan kepada warga yang membutuhkan penanganan.

     “Selain itu, yang harus dipertimbangkan dari sebuah pelayanan kesehatan adalah kemampuan ekonomi masyarakat. Pihak rumah sakit harus lebih memperhatikan masyarakat menengah kebawah dan tidak membeda-bedakan dalam proses pelayanan. Maka dari itu, rumah sakit harus melayani pasien peserta BPJS Kesehatan,” imbuh Bupati.

    Sementara Direktur RS UKM dr. Koko Sudjadi Sudjadi R.M., SH., M.H.Kes menyampaikan, pihaknya tidak akan membeda-bedakan status pasien, bahkan sebanyak 50 % pelayanan ditujukan untuk masyarakat tidak mampu, dalam hal ini para peserta BPJS Kesehatan. 

    “Bagi pengguna BPJS jangan khawatir, kami juga telah menyediakan sebanyak 50% kamar rawat inap bagi pasien kelas III. Jadi otomatis, kami akan prioritaskan semua masyarakat yang datang sesuai dengan kebutuhannya, tidak akan dibeda-bedakan,” ungkap Koko.

    Di Kabupaten Bandung, tambahnya, RS UKM merupakan rumah sakit ke tujuh. Meskipun baru dibuka, Koko percaya pihaknya akan memberikan pelayanan yang optimal dengan fasilitas yang lengkap. Misal klinik bedah, klinik tindakan, klinik umum, klinik penyakit dalam, klinik anak, klinik saraf, klinik kulit dan kelamin dan kelinik kejiwaan.

    “Untuk fasilitas pelayanan, kami memiliki pelayanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, HCU juga ruang rawat inap I, II, III. Pelayanan penunjang seperti radiologi, laboratorium patologi klinik dan patologi anatomi, kamar bersalin, IGD, serta pelayanan unggulan seperti mata, obgyn dan trauma center juga tersedia,” jelasnya.

    Dirinya berharap masyarakat bisa memanfaatkan setiap fasilitas pelayanan yang disedikan rumah sakit tersebut. “Dengan motto ‘melayani sepenuh hati’, kami siap memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Untuk itu, jangan ragu dalam memanfaatkan fasilitas yang telah kami sediakan,” pungkas Direktur RS UKM.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus